Rakyat Butuh Aspal, Bukan Ekspresi Untuk Menambal Jalan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat Butuh Aspal, Bukan Ekspresi Untuk Menambal Jalan

Kompastuntas.com—Lampung Barat, jalan rusak bukan sekadar soal lubang dan genangan. Ia adalah cerita lama tentang janji yang aus, tentang roda ekonomi yang tersendat, dan tentang warga yang kian terbiasa mempertaruhkan keselamatan di jalur Sumberjaya–Tebu yang berubah menjadi “jalur tengkorak”.

Pernyataan Bupati Parosil Mabsus yang mengaku “sedih sekaligus senyum-senyum” saat melihat keluhan warga di TikTok, alih-alih meredakan suasana, justru memantik amarah. Bagi Aliansi Jurnalis Persada Lampung Barat, respons itu bukan empati melainkan tanda jarak yang terlalu lebar antara penguasa dan yang dikuasai.

Aspirasi warga di media sosial, kata AJP, bukanlah bahan hiburan. Ia adalah jeritan yang menemukan jalannya sendiri ketika kanal formal tak lagi memadai. Ketika warga bertanya “di mana bupati?”, itu bukan soal lokasi, melainkan soal kehadiran yang seharusnya terasa pada aspal yang halus, bukan pada kata-kata yang ringan.

Baca Juga :  Satu Dekade Hari Santri, Gubernur Lampung: Santri Garda Moral dan Peradaban Bangsa

Di titik ini, dalih klasik kembali dihadirkan anggaran seret, keuangan daerah terjepit. Sebuah alasan yang terdengar masuk akal, sampai publik mulai bertanya seret untuk siapa? Sebab di saat yang sama, isu tentang penempatan pejabat yang diduga sarat relasi kekerabatan justru beredar kian kencang.

Di sinilah kritik menjadi lebih dari sekadar soal jalan; ia menjelma menjadi soal prioritas.

AJP menuding ada yang ganjil dalam cara pemerintah daerah membaca krisis. Jika kas benar-benar kering, mengapa energi tak difokuskan untuk membuka kran anggaran dari pusat? Di mana lobi politik yang selama ini kerap dijadikan tameng legitimasi? Nama besar DPR RI dan DPRD disebut-sebut “masih ada di sini”, tetapi manfaatnya tak kunjung terasa di lapangan.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Koperasi Perkuat Hilirisasi Komoditas Lokal

Lebih jauh, AJP mengingatkan bahwa kebocoran anggaran kerap bersembunyi di sektor-sektor yang luput dari sorotan. Dana kesehatan seperti JKN dan BOK pun disebut sebagai area yang layak diawasi lebih ketat. Dalam situasi fiskal yang sempit, setiap rupiah seharusnya bekerja bukan menguap.

Desakan yang mereka ajukan terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak tantangannya audit anggaran infrastruktur 2025 secara terbuka, hentikan narasi yang terkesan “curhat”, dan kembalikan jabatan publik pada prinsip meritokrasi. Tidak muluk-muluk. Hanya hal-hal yang seharusnya menjadi standar, bukan tuntutan.

Pada akhirnya, politik lokal sering terjebak pada simbol kunjungan, pernyataan, ekspresi. Padahal warga tidak berjalan di atas simbol. Mereka berjalan di atas jalan yang, hari ini, masih berlubang.

Dan di Sumberjaya hingga Tebu, lubang-lubang itu tak butuh senyum untuk ditambal. Mereka butuh aspal.

Berita Terkait

Pengendalian PMK Diperkuat, Pemprov Lampung Genjot Vaksinasi dan Edukasi Peternak Jelang Iduladha 2026
Nekat Snorkeling Saat Sakit, Wisatawan Tewas di Pahawang
Kerja Keras Semua Pihak, Arus Balik Bakauheni Lancar Terkendali
Arus Mudik Meningkat, Jalur Penyeberangan dan Tol Jadi Favorit
Danrem 043/Gatam Bersama Forkompinda Pantau dan Pastikan Malam Takbiran dan Arus Mudik Idul Fitri 1447 H /2026 M Berjalan Aman Serta Kondusif
Ketua DPRD Lampung Apresiasi Sinergi Pengamanan Malam Takbiran di Provinsi Lampung
Pemkot Bandar Lampung Larang Konvoi dan Petasan Saat Malam Takbiran
Pangdam Raden Inten: Ramadan Momentum Menguatkan Iman dan Pengabdian Prajurit
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:06 WIB

Rakyat Butuh Aspal, Bukan Ekspresi Untuk Menambal Jalan

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:54 WIB

Pengendalian PMK Diperkuat, Pemprov Lampung Genjot Vaksinasi dan Edukasi Peternak Jelang Iduladha 2026

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:36 WIB

Nekat Snorkeling Saat Sakit, Wisatawan Tewas di Pahawang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:38 WIB

Arus Mudik Meningkat, Jalur Penyeberangan dan Tol Jadi Favorit

Sabtu, 21 Maret 2026 - 23:36 WIB

Danrem 043/Gatam Bersama Forkompinda Pantau dan Pastikan Malam Takbiran dan Arus Mudik Idul Fitri 1447 H /2026 M Berjalan Aman Serta Kondusif

Berita Terbaru

Daerah

Rakyat Butuh Aspal, Bukan Ekspresi Untuk Menambal Jalan

Kamis, 26 Mar 2026 - 20:06 WIB

Daerah

Nekat Snorkeling Saat Sakit, Wisatawan Tewas di Pahawang

Rabu, 25 Mar 2026 - 23:36 WIB