Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung, “Mengecam Tindakan Brimob Menginjak Demokrasi”

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung, “Mengecam Tindakan Brimob Menginjak Demokrasi”

 

 

Kompastuntas.com— Bandar Lampung, 29 Agustus 2025. Sebuah rekaman video yang beredar cepat di media sosial memperlihatkan adegan mengejutkan kendaraan taktis milik Brimob diduga melindas seorang peserta aksi demonstrasi. Jeritan massa, kepanikan, dan tubuh korban yang terkapar menjadi potret buram wajah demokrasi di negeri ini.

Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Provinsi Lampung langsung bereaksi keras. Ketua PGK Lampung, Andri Trisko, S.H., M.H., menyebut tindakan aparat tersebut bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan kejahatan kemanusiaan.
“Polisi seharusnya mengayomi. Tapi peristiwa ini justru menunjukkan bagaimana aparat bisa menjadi ancaman nyata bagi nyawa rakyatnya sendiri,” kata Andri dengan nada tajam.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Sentil KNPI Jangan Sibuk Jabatan, Turun ke Sawah dan UMKM!

PGK menilai, insiden ini tak bisa dibiarkan menguap begitu saja. Ada tiga tuntutan mendesak yang mereka suarakan:
1. Kapolri harus segera membentuk tim investigasi independen untuk membongkar seluruh fakta di balik insiden. Siapa komandan lapangan? Apa instruksi yang diberikan? Mengapa kendaraan Brimob bisa sampai melindas warga?

2. Oknum pelaku wajib diseret ke pengadilan pidana. Bukan sekadar sanksi internal atau pemindahan jabatan. PGK menegaskan, publik sudah jenuh dengan pola impunitas yang kerap membentengi aparat bersenjata.

3. Standar penanganan aksi protes harus diubah total. Humanisme dan penghormatan terhadap HAM harus menjadi pondasi, bukan jargon kosong di atas kertas Perkapolri.

Andri menegaskan, tragedi ini adalah alarm keras. “Kalau hari ini seorang demonstran bisa dilindas, besok siapa yang bisa menjamin keselamatan rakyat lain yang bersuara?” ujarnya.

PGK Lampung juga mengirimkan pesan solidaritas bagi korban dan keluarganya. Mereka menekankan, darah yang tumpah di jalanan Lampung bukan hanya luka bagi keluarga, melainkan luka kolektif bagi demokrasi Indonesia.

Dalam sejarah reformasi, setiap kali kekerasan aparat mencuat, publik selalu mendengar janji evaluasi, janji transparansi, janji sanksi. Namun, jarang sekali publik melihat tuntasnya kasus.

Kini, masyarakat menanti, apakah Kapolri berani memutus rantai impunitas, atau justru mengulangi pola lama membiarkan rakyat dilindas tanpa keadilan?

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Dudung Abdurachman Resmi Jadi KSP, DPP Komite OSIS Nasional Nyatakan Dukungan Penuh
Intelijen Kejaksaan Awasi Program MBG, SPPG Terancam Sanksi Jika Sajian Basi atau Tak Sesuai Standar
MBG Dipangkas Hanya Hari Sekolah, Pemerintah Klaim Lebih Efektif dan Hemat Rp20 Triliun
Menggugat Tuhan di Tengah Dentuman Rudal
Program Pos Bantuan Hukum Desa di Lampung Utara Dapat Apresiasi Nasional
Golok Ciomas, Warisan Leluhur yang Jadi Simbol Persatuan di HPN Banten
Meriahnya HPN Banten, Dari Panggung Budaya hingga Penguatan Peran Pers
Penerbitan HGU SGC Kangkangi Kemenhan RI, Kejagung di Desak Periksa Mentri ATR/BPN
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 10:40 WIB

Dudung Abdurachman Resmi Jadi KSP, DPP Komite OSIS Nasional Nyatakan Dukungan Penuh

Kamis, 23 April 2026 - 18:56 WIB

Intelijen Kejaksaan Awasi Program MBG, SPPG Terancam Sanksi Jika Sajian Basi atau Tak Sesuai Standar

Senin, 6 April 2026 - 07:45 WIB

MBG Dipangkas Hanya Hari Sekolah, Pemerintah Klaim Lebih Efektif dan Hemat Rp20 Triliun

Sabtu, 4 April 2026 - 11:04 WIB

Menggugat Tuhan di Tengah Dentuman Rudal

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:38 WIB

Program Pos Bantuan Hukum Desa di Lampung Utara Dapat Apresiasi Nasional

Berita Terbaru

Kriminal

Jajal Mobil Baru, Plastik Belum Lepas Arinal Dibawa Kerutan

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:46 WIB

Kriminal

Mobil Tahanan Merapat, Publik Menanti Status Arinal Djunaidi

Selasa, 28 Apr 2026 - 21:16 WIB

Daerah

Persiapan Lampung Menuju Juara Umum Porwanas 2027

Selasa, 28 Apr 2026 - 17:10 WIB

Pemerintahan

Ketika Levi Minta Pandangan Tak Terhalang, Jurnalis Justru Tersingkir

Selasa, 28 Apr 2026 - 14:53 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com