Terjadi Lagi! Interaksi Negatif Harimau-Manusia di TNBBS, Warga Lampung Barat Tewas Diserang

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terjadi Lagi! Interaksi Negatif Harimau-Manusia di TNBBS, Warga Lampung Barat Tewas Diserang

 

Kompastuntas.com— Lampung Barat, tragedi kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Seorang warga dilaporkan tewas akibat serangan satwa liar yang diduga kuat adalah Harimau Sumatera, Kamis (7/8/2025).

Korban bernama Ujang Syamsudin (35), warga Pemangku Sinar Harapan, Pekon Suoh, Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Kabupaten Lampung Barat. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh warga sekitar pukul 20.40 WIB, setelah seharian tidak kembali ke rumah.

Menurut informasi yang dihimpun, keluarga korban mulai khawatir karena Ujang tak kunjung pulang dari ladang. Pencarian dilakukan oleh warga setempat dan hanya ditemukan sepeda motornya terparkir di sekitar kebun. Warga kemudian menyisir lokasi dengan peralatan seadanya dan menemukan jasad Ujang dalam kondisi luka parah yang kuat dugaan akibat terkaman harimau.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai TNBBS, Aparat Penegak Hukum ( APH ), maupun instansi terkait lainnya.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bahwa kawasan konservasi seperti TNBBS harus segera ditertibkan dan dikembalikan ke fungsi aslinya. Alih fungsi hutan menjadi lahan garapan, baik melalui skema perhutanan sosial, kemitraan, maupun bentuk perkebunan lainnya, diduga kuat justru akan memicu meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar.

“Berapa lagi nyawa harus hilang sebelum kita sadar bahwa hutan konservasi harus dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai habitat satwa, bukan ladang garapan?” ungkap Wahdi selaku Tokoh Pemuda dan Aktifis Germasi

Kalangan aktifis dan pihak masyarakat mendesak Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Kejaksaan Agung RI untuk bertindak lebih tegas dalam mengembalikan fungsi kawasan TNBBS sebagai hutan konservasi murni.

Baca Juga :  Harimau si Raja Rimba Tinggal Ribuan Ekor, Apa Yang Terjadi Jika Harimau Mengalami Kepunahan ?

Kematian Ujang Syamsudin bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa degradasi kawasan konservasi telah mencapai titik kritis dan mengancam keselamatan warga. ( Red )

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Di Balik Ambruknya Rupiah yang Kian Mendekati Rp 18.000
Deputi Kemenko PMK Tegaskan Peran Strategis Ulama dalam Perdamaian Dunia
Wulan Mirza Sambut Kepulangan Camelia, Anak Pringsewu yang Terlantar di Negeri Jiran
Pemprov Lampung Jadikan Program Kerja ke Jepang Strategi Penguatan SDM
Tiga Harimau Sumatera Mati, Aktivis Sebut Ada Upaya Tutupi Fakta dan Gagal Lindungi Satwa Langka
Aqsa Working Group (AWG) Kirim 3 Relawan ke Thailand untuk Aksi Global Sumud Flotilla
UE Kutuk Israel atas Tewasnya Lima Jurnalis Al Jazeera di Gaza
Jakarta Pernah Dikepung Harimau Ketika Manusia Lebih Buas dari Predator
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:49 WIB

Di Balik Ambruknya Rupiah yang Kian Mendekati Rp 18.000

Sabtu, 25 April 2026 - 13:39 WIB

Deputi Kemenko PMK Tegaskan Peran Strategis Ulama dalam Perdamaian Dunia

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:34 WIB

Wulan Mirza Sambut Kepulangan Camelia, Anak Pringsewu yang Terlantar di Negeri Jiran

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:06 WIB

Pemprov Lampung Jadikan Program Kerja ke Jepang Strategi Penguatan SDM

Senin, 10 November 2025 - 07:11 WIB

Tiga Harimau Sumatera Mati, Aktivis Sebut Ada Upaya Tutupi Fakta dan Gagal Lindungi Satwa Langka

Berita Terbaru

Internasional

Di Balik Ambruknya Rupiah yang Kian Mendekati Rp 18.000

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:49 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com