Skandal SHM Ilegal di Lampung Barat 225 Sertifikat Terbit di Enam Kawasan Hutan Lindung

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Skandal SHM Ilegal di Lampung Barat 225 Sertifikat Terbit di Enam Kawasan Hutan Lindung

 

Kompastuntas.com—Lampung Barat, Skandal agraria kembali menyeruak dari jantung Provinsi Lampung. Sebuah laporan dari aktivis Gerakan Masyarakat Independen (GERMASI) membuka tabir dugaan penerbitan 225 Sertifikat Hak Milik (SHM) secara ilegal di atas enam kawasan hutan lindung di Kabupaten Lampung Barat.

Temuan tersebut menjadi sinyal bahaya atas potensi penyimpangan administrasi pertanahan yang diduga melibatkan oknum dari berbagai institusi, mulai dari ATR/BPN Lampung Barat, KPH Liwa, Dinas Kehutanan Provinsi, hingga Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah Lampung.

“Ini bukan kelalaian biasa. Ini indikasi perampokan kawasan hutan yang dilegalkan lewat jalur administratif,” tegas Ridwan Maulana, CPL., CDRA, pendiri GERMASI, saat menggelar konferensi pers pada Rabu (3/7/2025).

Peta Dugaan SHM Ilegal di Hutan Lindung

Berikut rincian lokasi dan jumlah SHM yang disebut diterbitkan di kawasan hutan lindung:
1. Register 44B Way Tenong Kenali 10 SHM
2. Register 17B Serarukuh 4 SHM
3. Register 48B Bukit Palakiah 15 SHM
4. Register 45B Bukit Rigis 85 SHM
5. Register 9B Gunung Seminung 95 SHM
6. Register 43B Krui Utara 16 SHM

Baca Juga :  Pelantikan 2.514 PPPK Disdikbud Lampung 30 Juli Mendatang Di Bagi Tiga Sesi, Termasuk Guru

Total 225 Sertifikat Hak Milik yang diduga diterbitkan di atas kawasan yang seharusnya dilindungi negara.

Ada Dugaan Kejahatan Terorganisir

GERMASI menyebut bahwa dugaan pelanggaran ini tak bisa dianggap sepele. “Ada pola. Ada keterlibatan. Ada keuntungan. Ini bukan sekadar kesalahan teknis. Ini berpotensi sebagai tindak pidana yang sistematis,” kata Ridwan.

Setidaknya lima dugaan pelanggaran serius mengemuka dalam laporan GERMASI
1. Penerbitan sertifikat di kawasan hutan lindung, bertentangan dengan UU Kehutanan.
2. Dugaan penggunaan dokumen palsu dalam proses sertifikasi.
3. Manipulasi data batas wilayah dan pemilik.
4. Penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat di lintas instansi.
5. Indikasi pemalsuan dan tindakan melawan hukum untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

Baca Juga :  Bandar Lampung Expo 2025, Pemprov Lampung Dukung Kebangkitan Ekonomi Kreatif

Seruan GERMASI: Kejaksaan Harus Turun Tangan

GERMASI mendesak Kejaksaan Republik Indonesia, baik di daerah maupun pusat, untuk segera membuka penyelidikan menyeluruh. Lembaga ini juga meminta keterlibatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna memastikan status kawasan hutan yang sudah “dicaplok” melalui jalur administratif itu.

“Jika negara diam, maka negara menjadi bagian dari kejahatan itu sendiri. Ini ujian bagi integritas penegakan hukum,” ujar Ridwan.

Pihak Terduga Masih Bungkam

Hingga berita ini diturunkan, pihak ATR/BPN Lampung Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, dan BPKH Wilayah Lampung belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlibatan oknum mereka.

GERMASI menegaskan akan terus mengawal proses ini. Bagi mereka, mempertahankan kawasan hutan bukan hanya soal pelestarian lingkungan, tetapi juga bagian dari menjaga hak publik dari rongrongan mafia tanah berseragam.

“Hutan lindung bukan untuk dijual. Ia milik negara, milik generasi mendatang. Siapa yang merusaknya, harus diadili,” pungkas Ridwan.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Pemprov Lampung Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta
Pembatas 138 Km, Gubernur Lampung Sebut Bukti Komitmen Presiden Atasi Konflik Gajah Way Kambas
Wagub Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Pringsewu–Pardasuka, Pastikan Akses Transportasi tetap Aman dan Lancar
Bencana Banjir Tiada Tertangani: Pemprov Ajak Pemkot Rakor Penataan Sungai
Konsisten Jaga Akuntabilitas, Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK RI
Pemprov Lampung Targetkan 90 Persen Jalan Provinsi Mantap pada 2028, Mulai 2026 Beralih ke Beton
Tiga Sektor Jadi Perhatian Utama Pemprov Lampung
345 Koperasi Merah Putih Berdiri di Lampung, Pemprov Optimalkan Aset Tak Terpakai
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 03:01 WIB

Pemprov Lampung Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 - 02:57 WIB

Pembatas 138 Km, Gubernur Lampung Sebut Bukti Komitmen Presiden Atasi Konflik Gajah Way Kambas

Senin, 13 Juli 2026 - 02:54 WIB

Wagub Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Pringsewu–Pardasuka, Pastikan Akses Transportasi tetap Aman dan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 02:52 WIB

Bencana Banjir Tiada Tertangani: Pemprov Ajak Pemkot Rakor Penataan Sungai

Senin, 13 Juli 2026 - 02:49 WIB

Konsisten Jaga Akuntabilitas, Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK RI

Berita Terbaru

Daerah

Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas

Senin, 24 Agu 2026 - 23:59 WIB

Pers

Tim Biliar PWI Lampung, Bidik 5 Emas Porwanas

Senin, 24 Agu 2026 - 23:57 WIB

Kriminal

Diduga SPBU Sultan Agung Memberi Izin Pengecoran Minyak

Senin, 24 Agu 2026 - 23:53 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com