Waspada! 10 Ikan Favorit di Meja Makan Orang Indonesia Ini Ternyata Mengandung Merkuri Tinggi

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waspada! 10 Ikan Favorit di Meja Makan Orang Indonesia Ini Ternyata Mengandung Merkuri Tinggi

 

Kompatuntas.com – Jakarta.
Ikan dikenal sebagai sumber protein yang menyehatkan dan menjadi makanan pokok bagi jutaan orang Indonesia. Namun siapa sangka, di balik manfaat gizinya, beberapa jenis ikan yang sering dikonsumsi ternyata menyimpan bahaya tersembunyi: kandungan merkuri tinggi.

Merkuri merupakan logam berat beracun yang mencemari lautan akibat aktivitas industri, seperti pembakaran batu bara, serta fenomena alam seperti letusan gunung berapi. Akibatnya, banyak spesies ikan di perairan dunia—termasuk yang sering hadir di dapur masyarakat Indonesia—terkontaminasi logam berbahaya ini.

Dikutip dari Healthline dan CNBC Indonesia, berikut 10 jenis ikan yang mengandung merkuri dalam kadar tinggi dan sebaiknya dibatasi konsumsinya:

1. Tuna (0,350 ppm)

Meski populer di berbagai olahan dari sushi hingga steak ikan, beberapa jenis tuna seperti albacore memiliki kadar merkuri yang cukup tinggi dan perlu diwaspadai.

2. King Mackerel (0,730 ppm)

Berbeda dari makarel kalengan biasa, King Mackerel adalah ikan besar yang menjadi favorit para pemancing. Sayangnya, kadar merkurinya sangat tinggi dan bisa membahayakan kesehatan.

Baca Juga :  Lampung Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan Secara Signifikan

3. Big Eye Tuna (0,689 ppm)

Memiliki bentuk tubuh kekar dan rasa yang lezat, Big Eye Tuna justru mengandung merkuri dalam kadar yang tak bisa dianggap enteng.

4. Lobster (0,166 ppm)

Di balik kelezatannya, lobster mengandung merkuri dalam tingkat sedang. Konsumsi berlebihan tetap berisiko, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.

5. Swordfish / Ikan Todak (0,995 ppm)

Dagingnya sering diolah dalam bentuk steak tebal, tapi kandungan merkurinya hampir menyentuh 1 ppm—angka yang sangat tinggi dan berpotensi membahayakan.

6. Hiu (0,979 ppm)

Meski predator laut ini dilindungi, daging hiu masih dikonsumsi dalam beberapa budaya. Sayangnya, ia mengandung salah satu kadar merkuri tertinggi di laut.

7. Tilefish / Ikan Jabad (1,123 ppm)

Berumur panjang dan hidup di laut dalam, tilefish menyerap merkuri dalam jumlah besar. Ikan ini memegang rekor sebagai salah satu yang paling beracun jika dikonsumsi rutin.

8. Orange Roughy (0,571 ppm)

Baca Juga :  Kejari Bandar Lampung Jangan Tutup Mata, Permasalahan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung

Ikan ini bisa hidup hingga 150 tahun, membuatnya menyerap merkuri selama puluhan dekade. Konsumsi reguler sangat tidak disarankan.

9. Marlin (0,485 ppm)

Dikenal dengan rasa dagingnya yang juicy dan khas, marlin ternyata menyimpan kadar merkuri yang signifikan dan patut diwaspadai.

10. Barramundi / Bass (0,167 ppm)

Meskipun masuk kategori sedang, ikan yang banyak ditemukan di Asia Tenggara ini tetap harus dikonsumsi dengan batasan.

Bahaya Konsumsi Ikan Bermerkuri Tinggi

Paparan merkuri dalam tubuh dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk kerusakan saraf, gangguan fungsi ginjal, penurunan daya ingat, bahkan cacat janin pada ibu hamil. Anak-anak, ibu menyusui, dan wanita hamil adalah kelompok paling rentan terhadap efek racun ini.

Masyarakat disarankan untuk memilih ikan dengan kadar merkuri rendah, seperti salmon, sarden, dan lele, serta membatasi konsumsi ikan-ikan besar dan berumur panjang, karena cenderung memiliki akumulasi merkuri lebih tinggi.

Kesehatan tak bisa ditawar. Bijak memilih ikan bukan sekadar soal rasa, tapi juga keselamatan tubuh di masa depan.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Pemprov Lampung Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta
Pembatas 138 Km, Gubernur Lampung Sebut Bukti Komitmen Presiden Atasi Konflik Gajah Way Kambas
Wagub Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Pringsewu–Pardasuka, Pastikan Akses Transportasi tetap Aman dan Lancar
Bencana Banjir Tiada Tertangani: Pemprov Ajak Pemkot Rakor Penataan Sungai
Konsisten Jaga Akuntabilitas, Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK RI
Pemprov Lampung Targetkan 90 Persen Jalan Provinsi Mantap pada 2028, Mulai 2026 Beralih ke Beton
Tiga Sektor Jadi Perhatian Utama Pemprov Lampung
345 Koperasi Merah Putih Berdiri di Lampung, Pemprov Optimalkan Aset Tak Terpakai
Berita ini 198 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 03:01 WIB

Pemprov Lampung Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Gedung Terra Drone Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 - 02:57 WIB

Pembatas 138 Km, Gubernur Lampung Sebut Bukti Komitmen Presiden Atasi Konflik Gajah Way Kambas

Senin, 13 Juli 2026 - 02:54 WIB

Wagub Jihan Nurlela Tinjau Perbaikan Ruas Jalan Pringsewu–Pardasuka, Pastikan Akses Transportasi tetap Aman dan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 02:52 WIB

Bencana Banjir Tiada Tertangani: Pemprov Ajak Pemkot Rakor Penataan Sungai

Senin, 13 Juli 2026 - 02:49 WIB

Konsisten Jaga Akuntabilitas, Pemprov Lampung Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK RI

Berita Terbaru

Olahraga

PWI Lampung Adakan Seleksi Atlet Minisoccer Untuk Porwanas

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:33 WIB

Daerah

500 Peserta akan Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung

Sabtu, 22 Agu 2026 - 11:21 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com