Tajuk Tegas dari Lampung Tengah: “Tahan Dulu Birahi Berutang Itu”

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 15 Juni 2025 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tajuk Tegas dari Lampung Tengah: “Tahan Dulu Birahi Berutang Itu”

Kompastuntas.com—Lampung Tengah, Nada tinggi bukan hanya datang dari oposisi. Di Lampung Tengah, kritik tajam justru lahir dari dalam rumah sendiri. Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Tengah, Sumarsono, angkat suara lantang soal rencana pinjaman daerah yang diusulkan Bupati Ardito Wijaya. Tak main-main, Sumarsono menyebut dorongan berutang itu sebagai “birahi anggaran” yang harus ditahan.

“Belum ada RPJMD yang sah, kok sudah bicara utang? Ini bukan sekadar soal teknis, ini tentang waras tidaknya tata kelola,” kata mantan Ketua DPRD itu, Sabtu (15/6).

Nada itu bukan semata petuah politisi senior, tapi peringatan dini agar pemerintahan baru tidak terjebak pada pola lama—kejar proyek lewat utang tanpa landasan perencanaan yang kuat.

Utang Tanpa Arah, Pembangunan Tanpa Dasar

Di tengah masa transisi, ketika kepala daerah baru saja dilantik, rencana mengajukan pinjaman justru dinilai tergesa-gesa. Bagi Sumarsono, tidak adanya RPJMD adalah sinyal paling jelas bahwa Pemkab belum memiliki kerangka pembangunan jangka menengah yang sah. Tanpa itu, katanya, setiap utang bisa menjadi liabilitas politik sekaligus ekonomi.

“Visi-misi kepala daerah belum tertuang dalam dokumen resmi. Bagaimana bisa bicara utang? Mau bangun apa? Berdasarkan data mana? Jangan sampai ini jadi utang yang asal gas, nanti rakyat yang bayar,” tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Temu Karya VIII, Dukungan Kabupaten/Kota Mengalir untuk Wahrul Fauzi Silalahi

Ia menyinggung pengalaman pahit dari pinjaman sebelumnya, yakni skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dinilai gagal memberikan dampak langsung pada taraf hidup rakyat.

“Mana datanya? Kalau memang ada peningkatan kesejahteraan dari utang itu, tunjukkan. Kalau tidak ada, lalu kemarin utangnya buat apa?” katanya retoris.

Fraksi PDIP Turut Memblokir

Pernyataan Sumarsono senada dengan sikap Fraksi PDIP DPRD Lampung Tengah yang lebih dulu menolak rencana tersebut. Anggota Fraksi, I Kade Asian Nafiri, menyampaikan penolakan itu dalam forum resmi DPRD.

“Kalau menurut kami, tahan dulu lah. APBD kita belum kuat, dan RPJMD belum ada. Jangan kejar utang hanya demi proyek yang belum jelas,” kata Kade Asian (11/6).

Fraksi PDIP menilai, bila pinjaman tetap dipaksakan saat ini, maka akan terjadi ketimpangan antara kebutuhan belanja daerah dan beban pembayaran pokok maupun bunga pinjaman.

Etika Kekuasaan vs Logika Kekuasaan

Sumarsono mengingatkan bahwa PDIP bukan partai yang akan tutup mata hanya karena kepala daerah yang menjabat adalah kader atau usungan mereka. Baginya, loyalitas terhadap partai bukan berarti loyal membabi buta pada keputusan yang keliru.

Baca Juga :  BPIP Pusat dan DPRD Prov Lampung Gelar Bimtek Dan Penandatangan MoU

“Justru karena kami partai pengusung, maka kami wajib mengingatkan. Kami punya tanggung jawab moral, bukan sekadar politik. Jangan anggap kami diam karena itu kader kami. Kalau salah arah, ya harus dikoreksi,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa masa adaptasi kepala daerah baru seharusnya dipakai untuk membangun pondasi kebijakan, bukan untuk buru-buru merancang utang yang bisa menjadi jebakan fiskal.

Peringatan Terbuka untuk Ardito-Komang

Lebih jauh, Sumarsono menyampaikan sinyal peringatan bagi pasangan Ardito-Komang yang diusung PDIP dalam Pilkada 2024. Menurutnya, jabatan adalah mandat rakyat, bukan tiket membangun agenda pribadi.

“Jangan balik logika. Bangun dulu RPJMD-nya. Libatkan publik, DPRD, dan partai. Kalau semuanya sepakat dan terbukti memang urgen, barulah bicara pinjaman. Bukan sebaliknya. Jangan seperti orang kehausan proyek lalu tergoda utang,” ujarnya tajam.

Evaluasi Utang Lama, Audit Manfaat

Tak hanya menolak rencana utang baru, Sumarsono juga mendorong dilakukannya audit terhadap pelaksanaan proyek-proyek berbasis pinjaman sebelumnya.

“Kalau utang PEN lalu betul-betul bermanfaat, ayo tunjukkan indikatornya. Jangan sampai kita ini jadi kabupaten yang rajin utang tapi tidak pernah tahu apa hasilnya,” tutupnya.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

10 Ribu Kader HMI Diprediksi Kepung Bandarlampung, Persiapan Kongres Capai 90 Persen
KAMMI LAMPUNG HADIRI FGD “JALAN TOL UNTUK APA DAN SIAPA?”: TARIF HARUS SEBANDING DENGAN KUALITAS PELAYANAN
Anas Urbaningrum Sodorkan Enam Gagasan untuk UU Politik 2029
Proyek Raksasa Puluhan Miliar Mengalir di Pringsewu: Dari Ruang Cathlab Hingga Jalan, Siapa Saja Pemenangnya?
Ada Kejutan Diinternal Unila, DR. Habibullah Jimad Tiba-tiba Tarik Diri dari Perburuan Kursi Rektor!
Sokongan Para Tokoh untuk Dr. Budiono Menuju Unila 1
Fraksi PDIP Lampung ‘Mingkem’ soal Hibah Rp35 Miliar Pemprov ke Kejati
PERMAHI Lampung Desak Penghentian Sementara Program MBG di Lampung
Berita ini 333 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:25 WIB

10 Ribu Kader HMI Diprediksi Kepung Bandarlampung, Persiapan Kongres Capai 90 Persen

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:08 WIB

KAMMI LAMPUNG HADIRI FGD “JALAN TOL UNTUK APA DAN SIAPA?”: TARIF HARUS SEBANDING DENGAN KUALITAS PELAYANAN

Senin, 14 September 2026 - 14:36 WIB

Anas Urbaningrum Sodorkan Enam Gagasan untuk UU Politik 2029

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Proyek Raksasa Puluhan Miliar Mengalir di Pringsewu: Dari Ruang Cathlab Hingga Jalan, Siapa Saja Pemenangnya?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Ada Kejutan Diinternal Unila, DR. Habibullah Jimad Tiba-tiba Tarik Diri dari Perburuan Kursi Rektor!

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com