Fraksi Golkar Soroti Transparansi dan Efisiensi dalam Perubahan APBD Bandar Lampung 2026

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fraksi Golkar Soroti Transparansi dan Efisiensi dalam Perubahan APBD Bandar Lampung 2026

Kompastuntas.com, Bandar Lampung— DPRD Kota Bandar Lampung menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2026.

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 sebelum memasuki pembahasan pada tingkat selanjutnya sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam penyampaian pandangan umum fraksi, sejumlah catatan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, terutama berkaitan dengan pengelolaan anggaran, peningkatan pendapatan daerah, efektivitas program pembangunan, hingga pengawasan terhadap organisasi perangkat daerah (OPD).

Fraksi Partai Golkar melalui juru bicaranya, yakni Indra Feriza, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga pengelolaan keuangan daerah agar tetap efisien, transparan, dan akuntabel.

Indera Feriza mengatakan DPRD memiliki posisi penting dalam keseluruhan siklus pengelolaan keuangan daerah.

Karena itu, Fraksi Golkar mendorong agar prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi diterapkan secara konsisten sejak proses penyusunan hingga pelaksanaan anggaran.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Salurkan Ratusan Paket Sembako di Bulan Ramadan

Menurutnya, pengelolaan APBD tidak hanya berkaitan dengan angka-angka dalam dokumen anggaran, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap kebutuhan masyarakat.

Fraksi Golkar juga menegaskan posisi DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Fungsi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pengawasan, tetapi juga dengan memberikan masukan, kritik, serta saran konstruktif dalam proses penyempurnaan Raperda.

“Dalam posisi ini, DPRD tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai bagian yang konstruktif dalam memberikan masukan, kritikan, dan saran untuk membantu penyempurnaan rancangan peraturan daerah,” kata Indera dalam penyampaian pandangan umum fraksi pada Jum’at 21 Agustus 2026.

Ia menilai proses pembahasan Raperda harus diarahkan agar kebijakan anggaran yang dihasilkan benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Bandar Lampung.

Fraksi Golkar turut menekankan pentingnya pencapaian target, ketepatan waktu, serta efisiensi pembiayaan dalam pelaksanaan program pemerintah daerah.

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana APBD mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata dan berkeadilan.

Menurut Fraksi Golkar, setiap program yang telah direncanakan melalui APBD harus memiliki manfaat yang jelas serta dilaksanakan secara tepat sasaran.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Alokasikan Rp10 Juta untuk Insentif Operator Desa

Efisiensi anggaran juga dinilai perlu diperhatikan agar penggunaan keuangan daerah tidak hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi benar-benar menghasilkan keluaran dan manfaat yang optimal.

Setelah menyampaikan sejumlah catatan, Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bandar Lampung pada prinsipnya menyatakan dapat menerima Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 untuk dibahas pada tahapan selanjutnya.

“Pada prinsipnya dapat menyetujui untuk dibahas pada tingkat selanjutnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Indera.

Persetujuan tersebut disertai harapan agar proses pembahasan berikutnya dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang semakin berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dengan disampaikannya pandangan umum fraksi-fraksi tersebut, proses pembahasan Raperda Perubahan APBD Kota Bandar Lampung selanjutnya akan memasuki tahapan sesuai agenda DPRD dan pemerintah daerah.

Catatan mengenai efisiensi anggaran, transparansi pengelolaan keuangan, pencapaian target, serta optimalisasi PAD menjadi bagian penting dalam proses pembahasan agar perubahan APBD tidak sekadar menjadi penyesuaian angka anggaran, tetapi mampu memperkuat program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bandar Lampung.

Berita Terkait

Noverisman Subing Sayangkan Polemik Dina dan Aza, Persoalan Dinilai Cukup Diselesaikan di Kominfo
Lukman Pura Pimpin RSUDAM, Gadriyanto Abung Jadi Kasatpol PP Lampung
Wartawan Garuda TV Mengaku Dilarang Liput Agenda Gubernur, Sehari Kemudian Dipecat
Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen
Jelang Porprov, DPRD Bandar Lampung Desak Polemik Biliar Segera Tuntas
Prabowo Ganti Purbaya, Suahasil Nazara Kembali ke Kursi Menteri Keuangan
Produksi Ternak Lampung Naik 5,85 Persen, DPKH Jelaskan Capaian dan Anggaran
“Kemenag Lampung: Penghulu Pungli Siap Dicopot, SIMKAH Dipakai Tutup Celah Permainan Status Nikah.”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Noverisman Subing Sayangkan Polemik Dina dan Aza, Persoalan Dinilai Cukup Diselesaikan di Kominfo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:25 WIB

Lukman Pura Pimpin RSUDAM, Gadriyanto Abung Jadi Kasatpol PP Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Wartawan Garuda TV Mengaku Dilarang Liput Agenda Gubernur, Sehari Kemudian Dipecat

Sabtu, 19 September 2026 - 08:19 WIB

Survey Rakata : Mirza-Jihan Raih Kepuasan Publik Diatas 80 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 18:14 WIB

Jelang Porprov, DPRD Bandar Lampung Desak Polemik Biliar Segera Tuntas

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com