Mengejutkan, Camat Sukarame Akui Tak Pernah Tahu Fasum Griya Sukarame Dijual

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengejutkan, Camat Sukarame Akui Tak Pernah Tahu Fasum Griya Sukarame Dijual

Kompastuntas.com, Bandar Lampung – Fakta baru yang mengejutkan terungkap dalam polemik penjualan fasilitas umum (fasum) di Perumahan Griya Sukarame. Camat Sukarame Vera Hidayanti mengaku tidak pernah mengetahui, tidak pernah dilibatkan, dan tidak pernah menerima koordinasi terkait penjualan fasum yang disebut telah berjalan sejak Oktober 2025, meski kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung.

“Saya tidak tahu sama sekali soal penjualan fasum itu. Tidak pernah ada koordinasi atau laporan ke kecamatan,” tegas Vera saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Pengakuan ini menjadi tamparan keras terhadap skema yang dijalankan Ketua RT 19 sekaligus Ketua Tim 15, Anton, dan rekan-rekannya. Sebab, fasum yang merupakan aset publik justru diperjualbelikan tanpa sepengetahuan kepala wilayah, yang secara struktur pemerintahan wajib mengetahui dan mengoordinasikan setiap persoalan termasuk aset di wilayahnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Tubaba Murka, Tuding Kepala BNN Lamtim Serobot Aset Daerah Tanpa Dasar

Lebih mengejutkan lagi, Camat mengungkapkan dirinya baru mengetahui adanya penjualan fasum setelah di mintai keterangan awak media, bukan melalui mekanisme pemerintahan yang sah.

“Saya baru tahu sekarang ini malah setelah dimintai keterangan, mungkin kalau tidak di mintai keterangan saya engga bakal tahu sama sekali” ujarnya.

Fakta ini memperlihatkan adanya pemutusan koordinasi berjenjang, di mana proses yang semestinya melalui RT, kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota justru melompati kecamatan sepenuhnya. Padahal, secara aturan, RT dan tim lingkungan tidak memiliki kewenangan menjual atau mengalihkan fasum, meskipun berdalih kesepakatan warga.

Kejanggalan tersebut semakin tajam karena sebelumnya telah terungkap anomali aliran dana, yakni nilai penjualan fasum yang mencapai miliaran rupiah tidak sebanding dengan pembelian fasos makam, serta dugaan kompensasi ke ahli waris pengembang 300jt sehingga memunculkan pertanyaan serius soal transparansi penggunaan uang.

Baca Juga :  Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampung: Peluang Emas atau Sekadar Gimmick Administratif?

Kini, dengan Camat yang menyatakan tidak pernah dilibatkan, rangkaian kejanggalan itu kian menguat. Situasi ini beriringan dengan langkah Kejari Bandar Lampung yang telah menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik) dan menyatakan kasus penjualan fasum Griya Sukarame mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sukarame menegaskan akan mengambil langkah lanjutan.

“Kami akan memanggil pihak-pihak terkait dan berkoordinasi dengan dinas terkait, khususnya Perkim,” tandasnya.

kepala wilayah yang mengaku tidak tahu, koordinasi yang terputus, serta penyelidikan kejaksaan yang sudah berjalan, skema penjualan fasum yang dilakukan Anton dan pihak-pihak terkait kini kian terpojok secara administratif dan hukum. (Aib)

Berita Terkait

Dari Kalianda ke Kotabumi Intji Indriati Menutup Satu Bab, Membuka Babak Baru di Lampung Utara
Pemprov Lampung Dorong BRT ITERA Jadi Proyek Percontohan Transportasi Publik Modern
Sekdaprov Marindo Lepas Wartawan PWI Ikuti HPN 2026 di Banten
Dukung Instruksi Presiden, Pemprov Lampung Laksanakan KORVE di Teluk Betung Timur
Dorong Produktivitas ASN, Pemprov Lampung Sosialisasikan Aturan Jam Kerja
Hilirisasi Ayam Terintegrasi Dimulai, Lampung Targetkan Nilai Tambah Peternakan
Sinergi Lintas Sektor, Pemprov Lampung Jaga Pasokan dan Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H
Wulan Mirza Sambut Kepulangan Camelia, Anak Pringsewu yang Terlantar di Negeri Jiran
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:58 WIB

Dari Kalianda ke Kotabumi Intji Indriati Menutup Satu Bab, Membuka Babak Baru di Lampung Utara

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:44 WIB

Pemprov Lampung Dorong BRT ITERA Jadi Proyek Percontohan Transportasi Publik Modern

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:39 WIB

Sekdaprov Marindo Lepas Wartawan PWI Ikuti HPN 2026 di Banten

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:37 WIB

Dorong Produktivitas ASN, Pemprov Lampung Sosialisasikan Aturan Jam Kerja

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:29 WIB

Hilirisasi Ayam Terintegrasi Dimulai, Lampung Targetkan Nilai Tambah Peternakan

Berita Terbaru

Daerah

WLC Lampung Berbagi Sembako Dibulan Penuh Berkah

Minggu, 1 Mar 2026 - 21:01 WIB

Pemerintahan

Sekdaprov Marindo Lepas Wartawan PWI Ikuti HPN 2026 di Banten

Sabtu, 28 Feb 2026 - 20:39 WIB