Home / Law

KPK Tegaskan, Pentingnya Pengamanan Aset Daerah

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com, Bandar Lampung – Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV (KPK) Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, Edi Suryanto menyebutkan aset milik daerah merupakan sektor rawan korupsi

Hal itu disampaikannya, sesuai rapat kordinasi antara Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di ruang rapat gubernur, Kamis (23/07/2026).

Rapat koordinasi dalam rangka percepatan penyelesaian permasalahan aset daerah dan pertanahan, bersama ATR-BPN tersebut diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Kabupaten/Kota provinsi Lampung.

Direktur Korsup Wilayah IV KPK, Edi Suryanto, menjelaskan bahwa pengendalian lahan dan aset daerah harus dilakukan melalui pengawasan secara mandiri, baik dari sisi fisik maupun administrasi.

“Pengendalian itu masing-masing pemilik sendiri yang harus bertanggung jawab untuk melakukan pengamanan. Baik pengamanan secara fisik maupun secara administrasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, hadirnya KPK dalam forum resmi yang diikuti oleh seluruh Kepala Daerah se-kabupaten/kota provinsi Lampung, merupakan bagian upaya pencegahan tindak pidana korupsi.

“Tapi kembali ke fungsi KPK, kenapa ada di sini? Kami dari KPK concern-nya satu adalah mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” tambahnya.

Menurutnya, lahan dan aset milik pemerintah daerah merupakan salah satu sektor yang berpotensi menimbulkan tindak pidana korupsi. Karena itu, kata dia KPK melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Baca Juga :  Agung Mundur, Muncul Tokoh Muda Pers Siap Pimpin IJP Lampung

“Tanah atau aset pemerintah daerah itu bagian dari yang memungkinkan dikorupsi. Itu yang harus kita cegah. Atau kami concern-nya adalah mencegah tindak pidana korupsinya,” tegasnya.

Edi juga menjelaskan, terdapat tiga hal yang menjadi perhatian KPK. Yaitu, terkait persoalan tanah, baik dari pengaman maupun pengawasan aset agar tidak terjadi tindak pidana korupsi.

“Di samping juga ada tiga hal kan. Yang satu adalah masalah tanah tadi, pengamanan atau penyelamatan atau supaya menjaga tidak ada korupsi di aset,” katanya.

Kedua, kata dia, pertanahan merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang harus dijaga agar maksimal dan bebas dari pungutan liar maupun korupsi.

Baca Juga :  Gerbong Mutasi Kejagung Bergerak: Dua Asisten dan Tiga Kajari di Lampung Bergeser

“Yang kedua adalah peningkatan pelayanan publik. Pertanahan pemerintah daerah kan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Itu kita jaga supaya pelayanannya bisa maksimal tanpa ada pungli atau korupsi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, yang ketiga ia juga meyakini bahwa dampak dari aset daerah yang dilakukan pengawasan dan pengamanan lebih ketat, dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Yang terakhir tentunya efeknya adalah pendapatan daerah yang bertambah. Itu concern KPK. Jadi kami ada karena menjaga tadi, mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. Khususnya korupsi atas aset pemerintah daerah,”pungkasnya.(***)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Kejati Lampung Perkuat Sinergi APH, Kawal Indeks Pembangunan Hukum
PN Kotabumi Tolak Praperadilan Delapan Tersangka Korupsi, Penyidikan Berlanjut
Azmi Syahputra Soroti Praperadilan Berulang: Objek Perkara Disebut Sudah Diuji
Irjen Helfi Assegaf Digeser, Brigjen Yustan Alpiani Jadi Kapolda Lampung
KPK Respon Laporan G-PAK Atas Dugaan Korupsi KADIS PKPCK Lampung
Dosen FH Saburai Perkuat Literatur Hukum Acara Perdata lewat Book Chapter
Mahasiswa FP Unila Diduga Dikeroyok Usai Kericuhan Parade, Keluarga Desak Polisi Usut Pelaku
Kuasa Hukum Yunika Bantah Dugaan Penggelapan Mobil Rental, Ini Murni Urusan Pribadi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:00 WIB

Kejati Lampung Perkuat Sinergi APH, Kawal Indeks Pembangunan Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:06 WIB

PN Kotabumi Tolak Praperadilan Delapan Tersangka Korupsi, Penyidikan Berlanjut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Azmi Syahputra Soroti Praperadilan Berulang: Objek Perkara Disebut Sudah Diuji

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Irjen Helfi Assegaf Digeser, Brigjen Yustan Alpiani Jadi Kapolda Lampung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:56 WIB

KPK Respon Laporan G-PAK Atas Dugaan Korupsi KADIS PKPCK Lampung

Berita Terbaru

Uncategorized

Gubernur Mirza Resmikan Nama Rumah Sakit Alamsjah Ratu Perwiranegara

Selasa, 3 Nov 2026 - 22:27 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com