Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Ditargetkan Rampung Akhir Desember 2025

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 4 Desember 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih rampung pada akhir Desember 2025. Harapan tersebut disampaikan Kabid Perikanan Tangkap DKP Lampung, Makmur Hidayat, yang menilai proyek ini akan memperkuat ekonomi pesisir melalui peningkatan sarana bagi nelayan.

Makmur menjelaskan pembangunan kampung nelayan berpusat di empat titik pada dua kabupaten, yakni Lampung Selatan dan Lampung Timur. Lokasi yang ditetapkan berada di Desa Ketapang dan Bandar Agung untuk Lampung Selatan, serta Desa Margasari dan Sukorohayu pada Lampung Timur.

Ia menambahkan masyarakat nelayan selama ini menunggu hadirnya fasilitas yang dapat menunjang aktivitas mereka. “Ini sangat ditunggu oleh masyarakat, karena di situ dibangun sarana prasarana yang bisa membantu para nelayan dalam melaut serta mengelola hasil tangkapan,” ujar Makmur Hidayat di Bandarlampung, Rabu (3/12).

Selain fasilitas tambat labuh kapal, kampung nelayan juga diproyeksikan menghadirkan ruang pengolahan hasil perikanan agar nelayan mampu menambah nilai produksi. Ia berharap penyelesaian konstruksi tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan warga pesisir.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong kemandirian nelayan. Tahun 2025, terdapat seratus kampung yang masuk program ini, dan Lampung terpilih karena memiliki sumber daya kelautan yang besar.

Baca Juga :  Bangun Deteksi Dini Kamtibmas, Dit Intelkam Polda Lampung Gandeng IJP

Pengusulan kampung dilakukan melalui sistem online oleh pemerintah daerah kabupaten atau kota. Di Lampung Selatan diperkirakan ada empat ribu nelayan yang akan mendapat manfaat langsung, sementara total nelayan di Provinsi Lampung mencapai sekitar 36 ribu orang.

Sejumlah fasilitas penunjang yang disiapkan di kampung nelayan mencakup wadah penyimpanan berpendingin, SPBU khusus kapal nelayan, dan tempat pengolahan hasil tangkapan. Pembangunan dilakukan bertahap agar sesuai kebutuhan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Sebelumnya pada Rabu (12/10), Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendampingi Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono saat peletakan batu pertama SPBUN KUD Bina Mina Sejahtera di Labuhan Maringgai. Agenda tersebut menjadi awal pengembangan program Kampung Nelayan Merah Putih di Lampung Timur.

Wakil Gubernur Jihan menilai proyek ini berpeluang memperkuat ekonomi maritim daerah. “Kami yakin dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi semua pihak, Kampung Nelayan Merah Putih menjadi contoh keberhasilan pembangunan ekonomi maritim dari Lampung untuk Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Mantap! Pemprov Lampung Kembali Raih WTP ke-11 Berturut-turut, Buktikan Efisiensi Tak Hambat Akuntabilitas

Ia menyampaikan apresiasi atas pembangunan SPBUN yang dinilai memberi harapan baru bagi nelayan. “Kami menyampaikan apresiasi atas pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang dinilai membawa harapan nyata bagi masyarakat pesisir,” kata Jihan Nurlela.

Menurutnya, keberadaan SPBUN dapat mendorong daerah lain untuk melakukan hal serupa melalui koperasi. Ia juga menekankan bahwa Lampung memiliki garis pantai sepanjang 1.100 kilometer dan sembilan kabupaten pesisir yang menjadi modal besar sektor maritim.

Jihan menambahkan Lampung masih menghadapi tantangan ekonomi meski potensi perikanan besar. Dengan PDRB mencapai Rp480 triliun dan pendapatan per kapita sekitar Rp51 juta, rasio penduduk miskin yang berada pada angka 10 persen menjadi alasan penguatan program pesisir terus dilakukan

Jihan menambahkan Lampung masih menghadapi tantangan ekonomi meski potensi perikanan besar. Dengan PDRB mencapai Rp480 triliun dan pendapatan per kapita sekitar Rp51 juta, rasio penduduk miskin yang berada pada angka 10 persen menjadi alasan penguatan program pesisir terus dilakukan.

 

 

Berita Terkait

WLC Lampung Berbagi Sembako Dibulan Penuh Berkah
Pemkot Badar Lampung Sapu Habis Parkir Liar di Depan Candra Tanjung Karang
Pesawat Tempur Super Tucano dan F-16 Mendarat Mulus di Tol Trans Sumatera
Biro Kesra Lampung Buka Suara Soal Isu Kenaikan Biaya Umrah: Semua Sesuai Aturan Demi Kenyamanan Jamaah
Pengabdian Tanpa Batas, Selamat Jalan Praka Marinir Ari Kurniawan
Biro Kesra Lampung Bantah Mark Up Umrah: Harga Rp38,35 Juta Klaim Sesuai Spesifikasi, Publik Tetap Pertanyakan Mekanisme
Lima Pejabat Utama dan Satu Kapolsek Polresta Bandar Lampung Resmi Berganti
Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Gandeng PKBM Nusa Indah Gelar Kejar Paket A, B, dan C bagi WBP
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:01 WIB

WLC Lampung Berbagi Sembako Dibulan Penuh Berkah

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:40 WIB

Pemkot Badar Lampung Sapu Habis Parkir Liar di Depan Candra Tanjung Karang

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:22 WIB

Pesawat Tempur Super Tucano dan F-16 Mendarat Mulus di Tol Trans Sumatera

Sabtu, 31 Januari 2026 - 12:50 WIB

Biro Kesra Lampung Buka Suara Soal Isu Kenaikan Biaya Umrah: Semua Sesuai Aturan Demi Kenyamanan Jamaah

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:19 WIB

Pengabdian Tanpa Batas, Selamat Jalan Praka Marinir Ari Kurniawan

Berita Terbaru

Daerah

WLC Lampung Berbagi Sembako Dibulan Penuh Berkah

Minggu, 1 Mar 2026 - 21:01 WIB