Di Balik Ritual Qurban HMI Bandar Lampung: Ikhtiar Merawat Khittah di Tengah Pragmatisme Zaman

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Balik Ritual Qurban HMI Bandar Lampung: Ikhtiar Merawat Khittah di Tengah Pragmatisme Zaman

Kompastuntas.com— Tanjung Karang, di tengah kepungan pragmatisme politik yang kerap melanda gerakan mahasiswa hari ini, sebuah sekretariat tua di Jalan Jendral Sudirman No. 47, Pahoman, mencoba melempar sauhnya kembali ke akar rumput. Kamis siang, 28 Mei 2026, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung menggelar pemotongan hewan qurban.

Bagi organisasi hijau-hitam ini, agenda akan dimulai pukul 12.00 WIB tersebut bukan sekadar ritual tahunan yang karitatif. Di balik aroma darah dan kepulan asap masakan, ada upaya meneguhkan kembali substansi yang mulai langka di ruang publik: keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial.

“Momentum Idul Adha ini adalah kritik otentik bagi kita semua. HMI lahir untuk mewujudkan insan cita dan masyarakat adil makmur. Maka, qurban ini adalah manifestasi bahwa kader harus siap memotong ego personal demi kepentingan umat,” ujar seorang fungsionaris dengan nada getir sekaligus optimis.

Menembus Sekat Birokrasi Gerakan
Ada yang berbeda dari atmosfer di pelataran Pahoman siang itu. Acara ini berhasil memotong sekat formalitas yang biasanya kaku. Alumni lintas generasi (KAHMI), aktivis komisariat yang masih bergelut dengan ruang kuliah, hingga warga miskin kota duduk bersama di semen selasar sekretariat.

Baca Juga :  Pemkot Harus Menyiapkan Tangki Bawah Air, Antisipasi Kebakaran

Bagi sebagian kalangan, kegiatan ini dinilai sebagai respons kritis HMI terhadap kondisi sosial ekonomi lokal yang kian mencekik masyarakat bawah.

Ketika harga pangan melonjak dan kesenjangan sosial di Bandar Lampung makin menganga, distribusi daging qurban ini diorganisir bukan sebagai “pemberian cuma-cuma”, melainkan sebagai bentuk pengembalian hak umat.
Landasan teologis mereka jelas.

Menukil hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa penyembelihan hewan qurban adalah amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya ini. Namun di tangan para aktivis, teks suci itu diterjemahkan menjadi gerakan konkret pembelaan kaum mustad’afin (kaum yang tertindas).

Baca Juga :  Pemkot Balam, Anggarakan 60 M Untuk Kejati Lampung di Tengah Ancaman Air Lindi TPA Bakung

Menguji Solidaritas, Menolak Lupa

Agenda menjelang sore, nanti ketika potongan-potongan daging akan dimasukkan ke dalam kantong-kantong ramah lingkungan untuk dibagikan ke perkampungan kumuh terdekat, sebuah refleksi tajam mengemuka.

Ujian terbesar HMI pasca-agenda ini bukanlah seberapa banyak hewan yang disembelih, melainkan seberapa konsisten para kadernya merawat ukhuwah dan mengawal kebijakan publik pasca-seremoni usai.

Di sudut halaman, teriakan “Yakusa!” (Yakin Usaha Sampai) menggema kompak saat penutupan acara. Pekikan itu tidak terdengar seperti slogan usang, melainkan sebuah peringatan: bahwa arah perjuangan HMI harus tetap berada di garis massa, bukan di ruang-ruang tunggu kekuasaan.

Dari Pahoman, mereka mencoba membuktikan bahwa spirit perlawanan dan kepedulian itu belum sepenuhnya padam.(***)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting
Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung
Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini
Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur
Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur

Berita Terbaru

Kesehatan

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:20 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com