Home / Law

Persoalan Bukti Tangkapan Layar Kasus Nikita Mirzani di Mata Politikus DPR

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Persoalan Bukti Tangkapan Layar Kasus Nikita Mirzani di Mata Politikus DPR

Kompastuntas.com— Jakarta, kasus hukum yang menjerat selebritas Nikita Mirzani kembali memantik diskursus publik. Kali ini, sorotan datang dari anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rieke Diah Pitaloka.

Ia mempermasalahkan penggunaan bukti tangkapan layar (screenshot) dalam perkara pidana yang menimpa Nikita.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 29 Agustus 2026, Rieke mengkritik validitas bukti elektronik tersebut. Ia menilai tangkapan layar tak sepantasnya dipakai dalam proses pembuktian pidana jika autentisitas serta keutuhan datanya gagal diverifikasi secara forensik digital.

“Kemerdekaan seseorang tidak boleh dirampas dengan standar pembuktian yang diturunkan hanya karena bukti berasal dari ruang digital,” tegas politikus PDI Perjuangan itu, dikutip Senin, 31 Agustus 2026.

Rieke menekankan bahwa persoalan keabsahan bukti digital ini sangat krusial dan patut diuji ulang dalam memori Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan pihak Nikita.

Baca Juga :  Pencegahan Rampung, KPK Buru Motif Penyuapan Suhardiman Amby ke Menhut Raja Juli

Kendati memahami bahwa keterangan ahli Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tidak mengikat keputusannya hakim, ia mengingatkan agar hakim tak mengabaikan keabsahan bukti digital yang berujung pada pemidanaan seseorang.

Efek Domino Putusan Banding

Atensi Rieke ini mencuat tak lama setelah Nikita memenangi gugatan perdata atas tuduhan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilayangkan dokter kecantikan Reza Gladys.

Pada 27 Agustus 2026, Pengadilan Tinggi Jakarta membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nomor 1000. Majelis hakim tingkat banding membebaskan Nikita beserta asistennya, Mail Syahputra, dari tuntutan ganti rugi kepada Reza.

Menurut Rieke, kemenangan perdata di tingkat banding tersebut menjadi fakta hukum baru (novum) yang relevan untuk diuji dalam proses PK pidana Nikita meski secara teknis tak otomatis menggugurkan status pemidanaannya.

Ia membantah jika intervensinya dianggap mendesak Mahkamah Agung agar serta-merta mengabulkan permohonan PK Nikita. Rieke bergeming bahwa langkahnya murni demi mendorong kehati-hatian penegak hukum dalam memeriksa seluruh alat bukti secara holistik.

Baca Juga :  Membara di Lampung Timur: Rakyat Delapan Desa Melawan Mafia Tanah dan Bayang-Bayang Militeristik

“Ini bukan permintaan mengabulkan PK, tetapi memastikan seluruh fakta hukum yang relevan wajib dipertimbangkan,” ujar Rieke. “Jangan biarkan hukum bertentangan dengan fakta. Jangan biarkan prosedur mengalahkan keadilan substantif.”(iNews.id)

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Azmi Syahputra Soroti Praperadilan Berulang: Objek Perkara Disebut Sudah Diuji
Irjen Helfi Assegaf Digeser, Brigjen Yustan Alpiani Jadi Kapolda Lampung
KPK Respon Laporan G-PAK Atas Dugaan Korupsi KADIS PKPCK Lampung
Dosen FH Saburai Perkuat Literatur Hukum Acara Perdata lewat Book Chapter
Mahasiswa FP Unila Diduga Dikeroyok Usai Kericuhan Parade, Keluarga Desak Polisi Usut Pelaku
Kuasa Hukum Yunika Bantah Dugaan Penggelapan Mobil Rental, Ini Murni Urusan Pribadi
Lsm Kaki Lampung: Apresiasi Kinerja Polda Lampung atas Penetapan Tersangka Sekda Lamteng.
LBH Rakyat Merdeka Luruskan Opini Publik Terkait Isu Viral Kliennya di Lampung Tengah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Azmi Syahputra Soroti Praperadilan Berulang: Objek Perkara Disebut Sudah Diuji

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Irjen Helfi Assegaf Digeser, Brigjen Yustan Alpiani Jadi Kapolda Lampung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Dosen FH Saburai Perkuat Literatur Hukum Acara Perdata lewat Book Chapter

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Mahasiswa FP Unila Diduga Dikeroyok Usai Kericuhan Parade, Keluarga Desak Polisi Usut Pelaku

Sabtu, 19 September 2026 - 17:18 WIB

Kuasa Hukum Yunika Bantah Dugaan Penggelapan Mobil Rental, Ini Murni Urusan Pribadi

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com