Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 30 November 2025 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru*

Kompastuntas.com, Lampung Selatan — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di kawasan Kota Baru tidak hanya menjadi agenda keagamaan berskala internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau kegiatan berskala internasional tersebut di Kota Baru, Minggu (30/11/2025) pagi.

Kegiatan akbar yang berlangsung mulai 28–30 November 2025 dipadati ratusan ribu dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta internasional dari lebih dari 40 negara.

Dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan salat Jum’at, dihadiri secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar sekaligus menyampaikan khotbah.

Hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Gubernur, sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 28–30 November 2025, perputaran ekonomi lokal meningkat signifikan. Ribuan jamaah dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara mendorong pertumbuhan transaksi di sektor UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pasar rakyat, usaha transportasi, hingga jasa penyedia tenda dan logistik.

Baca Juga :  Kutukan Keras Dari Ketua PISPI Akibat Perbuatan Polisi Yang Menangkap Presiden Mahasiswa Di Bandara

Berdasarkan data yang disampaikan saat meninjau pengamanan lokasi oleh Tim gabungan, kegiatan Ijtima dihadiri kurang lebih 300 ribu orang.

Gubernur menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya ibadah dan silaturahmi, tetapi juga berkah ekonomi. Banyak masyarakat yang merasakan manfaat, terutama pedagang dan UMKM di wilayah Lampung Selatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan lapak kuliner, warung harian, penjual kebutuhan dasar, serta pedagang minuman dan makanan siap saji ramai oleh jamaah. Beberapa pedagang mengaku omset naik hingga beberapa kali lipat dibanding hari biasa.

Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial melalui akun jamaah menunjukkan aktivitas peserta Ijtima’ berbelanja di warung sekitar, membeli kebutuhan logistik, hingga berburu kuliner khas Lampung.

Dampak ekonomi yang luar biasa terjadi selama penyelenggaraan kegiatan, di asumsikan dari hal paling sederhana, jika masing – masing jamaah memenuhi kebutuhan makan saja dengan harga termurah Rp.10.000,- maka dalam satu hari akan membelanjakan uangnya sebanyak Rp.30.000,- jika dikalikan 300 ribu jamaah maka perputaran uang perhari mencapai 9 miliar rupiah, dalam tiga hari penyelenggaraan kegiatan setidaknya ada perputaran uang sebanyak 27 miliar rupiah hanya dari sisi konsumsi.

Baca Juga :  “Prabowo dan Empat Pulau: Menggugat Siapa yang Punya Hak Menyusun Ulang Sejarah”

Selain pedagang, penyedia jasa transportasi lokal seperti ojol, angkutan desa, dan penyewa kendaraan juga mendapatkan dampak positif. Sektor akomodasi di wilayah sekitar seperti Natar, Jati Agung, hingga Kota Bandar Lampung dilaporkan mengalami peningkatan okupansi.

Jasa transportasi baik darat, laut dan udara juga mengalami kenaikan jumlah penumpang yang signifikan dengan digelarnya Ijtima di Provinsi Lampung.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan berskala besar sebagai bagian dari strategi meningkatkan perekonomian daerah berbasis event.

“Kita ingin Lampung menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan nasional dan internasional. Setiap event besar harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi sinergi TNI–Polri, pemerintah daerah, relawan, dan panitia sehingga kegiatan berjalan kondusif dan tertib. Ia menekankan bahwa pelayanan publik dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.

Dengan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, Pemprov Lampung berharap penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia menjadi momentum memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang aman, ramah, dan siap menjadi destinasi kegiatan berskala besar. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Kerahkan 7 SRU, Pencarian 8 Orang di Selat Sunda Masih Nihil
HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kolaboratif
Dipecat Burger King Gegara ‘Free Palestine’, Karyawan Ini Justru ‘Panen’ Solidaritas Ratusan Juta Rupiah
Batas Usia ASN Dinilai Jadi Instrumen Regenerasi dan Efektivitas Birokrasi, Tetap Harus Berbasis Sistem Merit
Menko Pangan Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Pastikan Hadiri Kick-off
Kuntadi Resmi Jadi Jampidsus, Presiden Prabowo Teken Keppres Pengganti Febrie Adriansyah
Bencana Mengintai Lampung, Proyek Air Bersih BPBD Diterpa Isu Miring
Pernyataan Ketua Umum AMSI atas Wafatnya Sekjen AMSI Maryadi
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:54 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan 7 SRU, Pencarian 8 Orang di Selat Sunda Masih Nihil

Rabu, 2 September 2026 - 20:45 WIB

HPN 2027 Di Lampung Inklusif dan Kolaboratif

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Dipecat Burger King Gegara ‘Free Palestine’, Karyawan Ini Justru ‘Panen’ Solidaritas Ratusan Juta Rupiah

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:58 WIB

Batas Usia ASN Dinilai Jadi Instrumen Regenerasi dan Efektivitas Birokrasi, Tetap Harus Berbasis Sistem Merit

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:48 WIB

Menko Pangan Siap Sukseskan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung, Pastikan Hadiri Kick-off

Berita Terbaru

Kriminal

Mendadak Tarik Praperadilan, Welly Bikin Tanda Tanya

Jumat, 11 Sep 2026 - 10:44 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com