Menuju Lampung Lumbung Pangan Nasional, Gubernur Dorong Sinergi Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 19 November 2025 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung mendorong penguatan sinergi pembangunan perkebunan berkelanjutan sebagai langkah menuju Lampung Lumbung Pangan Nasional.

Hal itu disampaikan melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Lukman Pura, saat memimpin apel mingguan di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Senin (20/10/2025).

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur menegaskan pentingnya penguatan strategi pembangunan sub sektor perkebunan, mengingat sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan IV 2024 sektor pertanian berkontribusi sebesar 26,21 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sementara pada Triwulan II 2025, sub sektor perkebunan menyumbang 6,85 persen, sehingga total kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan naik menjadi 28,51 persen.

Baca Juga :  AJP Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOK Puskesmas Kenali ke Inspektorat

“Perkebunan masih menjadi salah satu sektor andalan daerah. Tidak hanya menopang PDRB, tetapi juga membuka lapangan kerja, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekspor nasional,” kata Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur juga menyoroti kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung yang pada September 2025 tercatat sebesar 127,62, atau naik 1,76 persen dibanding bulan sebelumnya.

Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mencatatkan NTP tertinggi yakni 165,25, menandakan pendapatan petani meningkat dibanding pengeluarannya.

Baca Juga :  Pengacara Diusir Saat Dampingi Saksi, Peradi Kecam Tindakan Penyidik Polda Jateng

Selain itu, Lampung juga mencatat capaian produksi yang membanggakan. Komoditas Kopi Robusta berada di peringkat kedua nasional, Lada menyumbang 24,57 persen produksi nasional dan menempati peringkat kedua, sementara Kakao dan Karet masing-masing di posisi kelima dan kesembilan nasional.

Untuk Tebu, Lampung juga menduduki peringkat kedua nasional, disusul Kelapa Dalam dan Kelapa Sawit yang menjadi komoditas unggulan daerah.

Gubernur menegaskan, pembangunan perkebunan harus diperkuat melalui tiga langkah utama:

1. Peningkatan produksi dan produktivitas.

2. Peningkatan mutu hasil perkebunan.

3. Pengembangan hilirisasi dan investasi.

Ia menilai, hilirisasi penting untuk meningkatkan nilai tambah produk perkebunan.

Sumber: Tribun Lampung

Berita Terkait

Keseruan Color Run HUT Bandar Lampung, Rayakan Keberagaman Lewat Lari 5 Kilometer
Living Plaza Rajabasa, Kota yang Dibangun atau Kota yang Perlahan Dikorbankan?
Tertidur, Ironi Kursi Empuk di Hari Jadi Bandar Lampung
Gelar Aksi Demo, Aliansi Mahasiswa Lampung Gaungkan 8 Tuntutan Rakyat
Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91
Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Dari Premanisme ke Narkoba: Jejak Rekam HIPMI di Lampung Kembali Terkuak
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:48 WIB

Keseruan Color Run HUT Bandar Lampung, Rayakan Keberagaman Lewat Lari 5 Kilometer

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:34 WIB

Living Plaza Rajabasa, Kota yang Dibangun atau Kota yang Perlahan Dikorbankan?

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:27 WIB

Tertidur, Ironi Kursi Empuk di Hari Jadi Bandar Lampung

Senin, 15 Juni 2026 - 18:28 WIB

Gelar Aksi Demo, Aliansi Mahasiswa Lampung Gaungkan 8 Tuntutan Rakyat

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:15 WIB

Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com