Wamendiktisaintek Stella Christie Benarkan Menulis Sebagai Kegiatan Tuangkan Pikiran

Avatar photo

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompastuntas.com Bagi Anda yang kelahiran era 90-an ke bawah, pastinya masih ingat memori manis ketika masih sering menulis tangan. Takut lupa jika ingin berbelanja ke pasar, Anda pasti menulisnya di secarík kertas.

Kapan Anda terakhir mengerjakan pe-er sekolah di buku tulis? Mungkin sebagian kita sudah jarang membawa pulpen dan kertas dalam beraktifitas.

Tapi bagi kalian yang masih melakukannya, bersyukurlah. Pasalnya sejumlah penelitian mengkonfirmasi kebiasaan menulis tangan, ternyata banyak manfaatnya.

Salah satunya menguatkan daya ingat, atau memory ability kita. Dikutip dari National Geographic, hasil penelitian Prof. Naomi Susan Baron, dari American University menyatakan, otak manusia cenderung lebih kuat dan lama merekam ingatan dari tulisan tangan daripada ketikan di layar komputer, laptop, tablet maupun smartphones.

Hal itu dibenarkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, dimana menulis merupakan kegiatan menuangkan pikiran. Artinya jika kita terbiasa menulis dengan teratur, maka cara berpikir juga akan sistematis.

Sebaliknya orang yang tidak mampu menuangkan pikirannya dalam tulisan, maka ia akan cenderung kesulitan dalam menyampaikan pendapatnya. Termasuk kurang percaya diri saat berbicara di depan publik. Melihat realitas tersebut, Snowman Indonesia, selaku produsen alat tulis yang sudah dikenal sejak beberapa dekade lalu, terdorong membudayakan kembali tradisi tulisan tangan.

Baca Juga :  Cara Jitu Meningkatkan Gairah Menulis Demi Penghasilan Gemilang

“Kami merasa perlu melakukan sesuatu untuk mendekatkan lagi tradisi menulis tangan atau hand writing dengan Gen-Z dan Gen-Alpha. Pasalnya ada kecenderungan kelompok digital native ini kurang tertarik dengan menulis, karena dimudahkan oleh teknologi”, ujar Ratna MS, Creative Director Program Snowman Indonesia, Selasa, 29 April 2025.

Output dari kampanye itu, Snowman mengadakan Lomba Menulis bertajuk “Tulis Cerita Cinta Dengan StellarMu”. Dikutip dari akun social media Snowman Indonesia, berbagai hadiah disiapkan, mulai dari gadget hingga smartwatch untuk peserta yang memenangi lomba. Lebih detail, setiap peserta dapat mengirim cerita cinta-nya melalui social media.

Tulisan tak perlu panjang, cukup satu halaman. Cerita tersebut diharapkan ditulis menggunakan ballpoint Stellar 2. Pulpen jenis ini cukup akrab di kalangan siswa, mahasiswa dan pekerja, karena selain enak dipakai menulis, harganya juga ramah kantong.

Baca Juga :  Lima Dosen UIN Raden Intan Tembus Forum Akademik Dunia

Tema yang dilombakan juga relate dengan dunia anak muda, yaitu, pertama, gebetan masa sekolah. Kedua, romantis manis bucin, ketiga, selingkuh ter-epic. Dan terakhir, cinta tak terbalas.

“Saya kira tema-tema tersebut bukan sesuatu yang asing bagi anak zaman now. Topik tersebut pada dasarnya hanya pemantik saja, karena yang terpenting adalah bagaimana mengajak anak-anak kita gemar menulis tangan”, lanjut Ratna.

Respon masyarakat atas kampanye tersebut cukup positif, dimana dalam seminggu sejak kick-off, tak kurang 120 tulisan dikirimkan oleh netizen.

Tulisan tangan mereka pun rata-rata mudah dibaca, yang menunjukkan bahwa tidak semua anak muda meninggalkan hand writing. Dalam jangka panjang, kemampuan menulis menunjukkan literasi dari bacaan kian membaik. Kita akui dalam beberapa tahun terakhir, skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia belum menggembirakan.

Namun seiring meningkatnya minat baca dan menulis, gap tersebut dapat dipersempit. Pasalnya literasi menjadi kunci untuk anak-anak Indonesia dalam bersaing dengan generasi muda negara lain.

 

Editor : Hengki Padangratu

Sumber Berita: SHNet

Berita Terkait

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas
Ketika Komitmen Mutu Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Anggaran
SPMB Lampung 2026 Dirombak, Kadis Pendidikan: Jalur Domisili Kini Lebih Adil dan Berkualitas
Negeri yang Memuliakan Guru, tapi Ditinggalkan Calon Guru
Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007
Besok, Dewan Pendidikan Lampung Resmi Dilantik Ditantang Tak Sekadar Simbol Partisipasi
Krisis Nilai di Era Digital, Mahasiswa Didorong Jadi Penjaga Arah Bangsa
Sambutan Hanya Formalitas, “Presma Unila Pilih Bersinergi, Siapa yang Mengawasi Kekuasaan?”
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 07:56 WIB

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas

Selasa, 14 April 2026 - 07:34 WIB

Ketika Komitmen Mutu Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Anggaran

Senin, 13 April 2026 - 18:26 WIB

SPMB Lampung 2026 Dirombak, Kadis Pendidikan: Jalur Domisili Kini Lebih Adil dan Berkualitas

Senin, 13 April 2026 - 13:19 WIB

Negeri yang Memuliakan Guru, tapi Ditinggalkan Calon Guru

Senin, 13 April 2026 - 08:26 WIB

Merajut Silaturahmi di Banyu Langit: Reuni dan Halal Bihalal Alumni MH FH Unila Angkatan 2007

Berita Terbaru

Pendidikan

Ketika Kampus Lupa Mengajarkan Batas

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:56 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com