Tiga Tahun Penat Lara Nafas Tua yang Terus Menjaga Langkah

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 25 Juni 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Tahun Penat Lara Nafas Tua yang Terus Menjaga Langkah

 

Kompastuntas.com—Bandar Lampung, tiga tahun bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk menguji kesetiaan pada tujuan. Di tengah derasnya arus komunitas hobi yang datang dan pergi, Penat Lara tetap berdiri dengan satu pijakan mencintai alam, dengan cara yang sederhana namun tak sembarangan.

Sabtu malam (21/6), di kawasan alam Gubak Hills, Way Gubak, Sukabumi, Kota Bandar Lampung, ratusan pasang kaki berkumpul dalam suasana yang penuh kehangatan. Tak ada panggung megah, tak ada sorot lampu gemerlap. Hanya tenda-tenda kecil, lampu seadanya, dan semangat yang tak pernah padam.

Komunitas Pendaki Nafas Tua Lampung Raya juga dikenal dengan singkatan Penat Lara merayakan hari jadinya yang ketiga. Acara berlangsung akrab namun hidup, dengan tumpengan, pembagian doorprize, musik akustik, hingga sesi refleksi yang mengajak peserta menengok ke dalam sejauh mana mereka sudah melangkah, dan apa yang sedang dijaga.

“Ini bukan sekadar perayaan ulang tahun. Ini ruang kumpul, ruang pulang, bagi mereka yang percaya bahwa alam harus dirawat, bukan ditaklukkan,” kata Handoko, Ketua Penat Lara, dalam sambutannya malam itu.

Langkah yang Pelan, Tapi Pasti

Didirikan oleh sekelompok pendaki yang sudah tidak muda lagi secara usia tapi tetap muda dalam semangat Penat Lara tak lahir dari ambisi menaklukkan puncak. Mereka tidak sibuk memburu ketinggian atau eksistensi di media sosial. Justru sebaliknya komunitas ini lahir dari keinginan menjaga ritme langkah, menikmati alam dengan perlahan, dan menyemai nilai solidaritas antar sesama.

Baca Juga :  Peringati HKN ke-61, Wagub Jihan Dorong Insan Kesehatan Lampung Perkuat Transformasi Layanan

Tiga tahun terakhir, Penat Lara tak hanya mendaki gunung. Mereka membersihkan jalur pendakian, menanam pohon, mengedukasi pendaki pemula soal etika dan keselamatan, serta menjalin jaringan dengan komunitas pecinta alam lintas daerah.

“Mereka pelan, tapi konsisten. Seperti akar pohon di lereng tak terlihat dari luar, tapi menguatkan semuanya dari dalam,” kata Zulhaidir, perwakilan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yang hadir di tengah perayaan itu.

Ia menambahkan bahwa komunitas seperti ini harus diberi ruang dan dukungan. “Mencintai alam adalah bagian dari mencintai hidup. Mendaki bukan soal ego menaklukkan, tapi soal menguatkan karakter. Pemerintah melihat Penat Lara sebagai contoh baik dari bagaimana semangat komunitas bisa berdampak luas,” ujarnya.

Bukan Sekadar Naik Gunung

Yang membuat Penat Lara berbeda adalah semangat “ngumpul tanpa gengsi, bergerak tanpa pamrih.” Mereka menolak jadi komunitas eksklusif. Setiap orang tua, muda, pemula, atau senior disambut dengan tangan terbuka.

“Kami tidak mengejar kecepatan atau jumlah pendakian. Kami ingin setiap perjalanan punya makna,” ujar Zainurah atau Kak Nora, Ketua Penat Lampung Utara. “Bagi kami, naik gunung itu ibarat hidup kadang berat, kadang licin, tapi selalu ada teman untuk menopang. Penat Lara adalah rumah itu.”

Bagi para anggotanya, komunitas ini menjadi ruang aman untuk berbagi. Tak jarang, dari tenda dan api unggun, lahir diskusi serius soal lingkungan, perubahan iklim, hingga keadilan ekologis.

Malam Puncak yang Hangat

Malam itu, perayaan sederhana menjadi penutup dari rangkaian yang menggugah. Tumpeng dipotong sebagai tanda syukur. Lagu-lagu dinyanyikan bersama, diselingi canda dan cerita tentang pendakian, kesasar di hutan, hingga kisah cinta yang lahir di jalur tracking.

Baca Juga :  DPC AJP Dorong Inspektorat untuk melakukan Audit Investigasi pada UPT Puskesmas Kenali

Tenda-tenda berdiri rapi di antara pepohonan. Angin malam yang dingin seolah tak berdaya melawan kehangatan persaudaraan di tengah acara. Doorprize dibagikan sebagai simbol kebersamaan, bukan soal siapa dapat apa, tapi karena semua merasa dimiliki oleh satu rumah bernama Penat Lara.

Menjaga Nafas, Merawat Langkah

Kini, memasuki tahun keempat, Penat Lara tetap membawa satu pesan: pendakian sejati bukan hanya soal mencapai puncak, tapi tentang bagaimana kita kembali ke bawah dengan hati yang lebih luas dan kaki yang lebih kuat.

Bukan soal berapa banyak gunung yang ditaklukkan, tapi berapa banyak yang kita jaga. Bukan soal cepat sampai, tapi soal siapa yang tetap ada di samping saat langkah melemah.

Tiga tahun Penat Lara, dan semangat itu masih menyala. Bukan dari sorotan kamera. Tapi dari dalam dada, dari napas yang tak pernah letih mencintai alam.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Kunjungi RSUD Abdul Moeloek
RSUD Abdul Moeloek Tetap Siaga di Libur Lebaran 2026
RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Perkuat Layanan Kesehatan Anak Lewat Poli Eksekutif Ramah Keluarga
DPC AJP Dorong Inspektorat untuk melakukan Audit Investigasi pada UPT Puskesmas Kenali
Pengamat Kritik Keras Krisis Anggaran Dinkes Lampung Kalau Bikin Gaduh, Ganti Saja Kadisnya!
Sektor Kesehatan Merupakan Layanan Vital, Dinkes Klaim Krisis Anggaran
Vaksinasi Dewasa Hadir di RSUD Abdul Moeloek
Pemprov Mulai Vaksinasi PMK 2026: 381.150 Dosis Disalurkan ke 15 Kabupaten/Kota
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 08:33 WIB

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Kunjungi RSUD Abdul Moeloek

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:09 WIB

RSUD Abdul Moeloek Tetap Siaga di Libur Lebaran 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:37 WIB

RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Perkuat Layanan Kesehatan Anak Lewat Poli Eksekutif Ramah Keluarga

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:06 WIB

DPC AJP Dorong Inspektorat untuk melakukan Audit Investigasi pada UPT Puskesmas Kenali

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:56 WIB

Pengamat Kritik Keras Krisis Anggaran Dinkes Lampung Kalau Bikin Gaduh, Ganti Saja Kadisnya!

Berita Terbaru

Daerah

Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Kamis, 16 Apr 2026 - 13:47 WIB

Pemerintahan

Hak Insentif Nakes Sudah Dibayarkan

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:52 WIB

Pemerintahan

Belanja Makan dan Minum Dewan Balam di Mark Up

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:50 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com