Pelantikan Senyap Direktur RSUDAM Jejak Politik di Balik Kursi Panas

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelantikan Senyap Direktur RSUDAM Jejak Politik di Balik Kursi Panas

 

Kompastuntas.com — Bandar Lampung, jumat pagi, 8 Agustus 2025. Tanpa tertera di agenda resmi Pemprov Lampung, Wakil Gubernur Jihan Nurlela tiba di Aula RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM). Di hadapan segelintir pejabat internal dan perwakilan provinsi, ia membacakan sumpah jabatan Imam Ghozali sebagai Direktur definitif rumah sakit rujukan terbesar di Lampung.

Undangan terbatas. Informasi acara baru bocor beberapa jam sebelumnya. “Mas, ada pelantikan hari ini. Jam 10.30 WIB di Aula RSUDAM,” ujar seorang sumber internal rumah sakit kepada wartawan.

Kesan mendadak ini segera memicu tanda tanya. Mengapa jabatan strategis yang mengendalikan layanan kesehatan jutaan warga justru diisi dengan prosesi senyap?

Dari Plt ke Definitif

Imam bukan orang baru di RSUDAM. Ia sudah beberapa bulan menjabat Pelaksana Tugas Direktur, menggantikan Lukman Pura yang dimutasi menjadi staf ahli. Langkah itu terjadi di tengah gelombang mutasi pejabat eselon II Pemprov Lampung yang berlangsung sejak awal 2025.

Penempatan Imam sebagai Plt kala itu disebut sebagai “uji coba” kepemimpinan. Dalam periode singkat, ia memimpin sejumlah agenda manajerial, termasuk penataan struktur internal rumah sakit pasca rotasi pejabat di tingkat kepala bidang.

Jejak Politik di Balik Layar

Kursi direktur RSUDAM dikenal panas. Rumah sakit ini adalah simpul strategis, bukan hanya di bidang medis tetapi juga dalam arus anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan alat kesehatan, obat-obatan, hingga proyek infrastruktur kesehatan.

Baca Juga :  Buka Rakorda Posyandu 2025, Gubernur Mirza Tegaskan Penguatan Transformasi Layanan Hingga ke Desa

Beberapa sumber birokrasi mengaitkan pergeseran di RSUDAM dengan dinamika politik di Pemprov Lampung menjelang akhir masa jabatan gubernur. Rotasi jabatan eselon II yang berulang dipandang sebagai upaya memperkuat lingkaran loyalitas di jabatan kunci, termasuk di rumah sakit provinsi.

Sejak 2019, RSUDAM kerap menjadi sorotan. Laporan-laporan audit internal dan pemberitaan media lokal menyinggung potensi penyimpangan pengadaan alat medis serta tumpang tindih kewenangan dalam pengelolaan anggaran. Sejumlah pejabat sempat dipindahkan, tetapi persoalan tata kelola belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga :  OTT, KPK Tangkap Gubernur Riau, Ada Apa KPK Dijadwalkan Kunjungi Pemprov Lampung Rabu Ini?

Pelantikan Tanpa Panggung

Tidak seperti pelantikan pejabat strategis lain yang digelar di kantor gubernur dengan liputan media luas, acara kali ini berlangsung sederhana, bahkan nyaris tertutup. Pemprov memang merilis Surat Keputusan Gubernur tentang pengangkatan Imam, namun tidak memberikan keterangan detail soal alasan pemilihan waktunya.

Bagi publik, ini menambah lapisan misteri. Apalagi, jabatan direktur RSUDAM tak sekadar posisi administratif. Ia adalah penentu arah kebijakan pelayanan, penjamin kualitas layanan rujukan, sekaligus pengendali transparansi anggaran rumah sakit yang menjadi harapan terakhir pasien-pasien kritis dari seluruh Lampung.

Tugas Berat di Depan Mata

Dengan status definitif, Imam Ghozali kini memikul ekspektasi besar. Tantangannya jelas memperbaiki kualitas layanan yang kerap dikeluhkan pasien, memperketat tata kelola anggaran, dan memulihkan kepercayaan publik pada RSUDAM.

Namun, pertanyaan kuncinya tetap menggantung apakah pengangkatan ini murni demi perbaikan manajemen atau bagian dari manuver politik untuk mengamankan kursi panas di ujung masa jabatan?

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

RSUDAM Gelar Webinar P2KB
Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara
Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental
Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi IVA JELITA, Permudah Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Layanan Jemput Bola
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD dan RSJ
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental

Berita Terbaru

Kesehatan

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:20 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com