Bawa Filosofi “Silih Asih” ke Tanah “Ruwa Jurai”, Paguyuban Pasundan Teguhkan Komitmen Bangun Lampung

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bawa Filosofi “Silih Asih” ke Tanah “Ruwa Jurai”, Paguyuban Pasundan Teguhkan Komitmen Bangun Lampung

Kompastuntas.com, Bandar Lampung — Keberagaman suku dan budaya di Provinsi Lampung terus menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah.

Ketua Paguyuban Pasundan Provinsi Lampung, Abdul Hakim menyerukan agar warga perantauan Sunda terus memberikan kontribusi nyata bagi bumi Sang Bumi Ruwa Jurai.

Abdul Hakim mengajak seluruh jajaran Paguyuban Pasundan untuk menjadikan momentum pertemuan sebagai wasilah (sarana) mempererat tali persaudaraan atau ukhuwah.

“Memperkokoh kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan mengawal proses pembangunan di Provinsi Lampung,” kata dia.

Selain itu upaya menghidupkan Filosofi Leluhur di Tanah Rantau sebagai wadah masyarakat Sunda di perantauan, Abdul Hakim mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai luhur budaya.

Ia menyoroti tiga pilar utama filosofi hidup masyarakat Sunda yang harus diimplementasikan secara nyata, yakni Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh.

“Silih Asah maknanya adalah saling mencerdaskan, memintarkan, dan berbagi pengetahuan untuk mengenal kebenaran. Silih Asih adalah ajang silaturahmi untuk saling menyayangi dan mendampingi. Sedangkan Silih Asuh berarti saling melindungi, menguatkan, dan membantu,” papar Abdul Hakim.

Ia menekankan bahwa ketiga nilai tersebut pantang jika hanya dijadikan sebatas semboyan di bibir saja. Kehadiran dan manfaat dari filosofi tersebut harus benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya di tanah Lampung.

Baca Juga :  Antisipasi Terjadi Kerusuhan Gegana Lakukan Acara Dialogis

Lampung Adalah Rumah Bersama
Bagi masyarakat Sunda di Lampung, provinsi di ujung selatan Pulau Sumatera ini bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan sudah menjadi tanah air kedua.

Hal ini sejalan dengan semboyan resmi Provinsi Lampung, Sang Bumi Ruwa Jurai, yang mencerminkan harmoni kehidupan antara masyarakat adat asli dan masyarakat pendatang yang hidup rukun berbaur.

“Lampung adalah rumah kita bersama, milik kita bersama. Lampung adalah tempat tercinta yang kita banggakan dan sangat kita sayangi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Paguyuban Pasundan Lampung berkomitmen kuat untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah.

Menyadari tingginya keberagaman suku, tradisi, dan agama di Lampung, Abdul Hakim menyebut bahwa sekadar ‘hidup berdampingan’ belumlah cukup.

Masyarakat harus saling memajukan, menghargai, dan mendukung satu sama lain.
Di akhir pidatonya, ia melontarkan pesan persatuan yang menggugah semangat seluruh hadirin untuk bersikap guyub (rukun dan damai).

“Mari kita teguhkan semangat guyub bangun Lampung, Guyub dalam persaudaraan, guyub dalam kebersamaan, guyub dalam kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.
‎
Sementara itu ‎Ketua Panitia Halal Bi Halal Pagpas Lampung, Dedeh Kurniasih mengatakan, selain menggelar halal bi halal, dilaksanakan pelantikan Pasundan Istri (PASI) Provinsi Lampung, yakni organisasi pemberdayaan perempuan di bawah naungan Paguyuban Pasundan.
‎
‎“InsyaAllah ada sekitar 200 tamu undangan dan ada rangkaian pelantikan PASI Provinsi Lampung, tausyiah agama dan pertunjukan seni sunda,” kata dia.
‎
‎Ia juga berharap melalui kegiatan Silaturahmi dan Halal Bi Halal Pagpas Wilayah Lampung 2026 tersebut dapat meningkatkan kesolidan antar anggota khususnya masyarakat sunda di Lampung.
‎
‎Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Yanyan Ruchyansyah mengapresiasi Paguyuban Pasundan aktif laksanakan kegiatan pertemuan antar sesama orang Sunda yang merantau di Lampung.

Baca Juga :  Dian Wahyu Kusuma–Vina Oktavia Terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris AJI Bandar Lampung 2025–2028

Yanyan yang juga merupakan anggota Paguyuban Pasundan mengajak agar kegiatan silahturahmi harus tetap terjalin.

“Paguyuban Pasundan ini menjadi wadah kita untuk bisa terus jalin silahturahmi, bertukar informasi serta mengenalkan budaya Sunda di Tanah Lampung,” ujar Yanyan.

Adapun dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pelantikan Pasundan Istri (PASI), dan Nana Nasilah didaulat sebagai Ketua PASI Provinsi Lampung.

Berita Terkait

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas
PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung
Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:54 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 September 2026 - 10:53 WIB

Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas

Selasa, 8 September 2026 - 19:11 WIB

PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 17:14 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com