Jelang Porprov, DPRD Bandar Lampung Desak Polemik Biliar Segera Tuntas
Kompastuntas.com, Bandar Lampung- Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung mendesak polemik internal cabang olahraga (cabor) biliar segera diselesaikan agar tidak berdampak terhadap atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung.
Desakan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama KONI Kota Bandar Lampung, Selasa (15/9/2026). DPRD meminta KONI memastikan atlet biliar tetap dapat mengikuti Porprov.
Anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Agus Purwanto, menegaskan persoalan kepengurusan tidak boleh membuat atlet menjadi korban.
“Permasalahan internal itu kita minta segera diselesaikan. Jangan sampai gara-gara permasalahan ini atlet-atlet kita yang menjadi korban,” ujar Agus.
Menurutnya, persoalan organisasi harus diselesaikan melalui mekanisme internal tanpa menghambat keikutsertaan atlet dalam pertandingan.
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Bandar Lampung, Rahmudin, mengatakan persiapan kontingen Bandar Lampung menghadapi Porprov tidak mengalami kendala. Atlet biliar juga tetap masuk dalam persiapan kontingen.
Namun, ia mengakui terdapat polemik terkait kepengurusan cabor biliar. Ketua organisasi disebut telah terpilih, tetapi rekomendasi KONI belum berujung pada penerbitan SK sejak 2025.
“Ketua sudah terpilih, tapi setelah terpilih direkomendasi KONI, tidak dikeluarkan SK dari 2025,” kata Rahmudin.
KONI, lanjutnya, telah berupaya memediasi persoalan tersebut. Namun, mediasi yang disiapkan batal setelah pihak yang meminta mediasi membatalkannya.
Rahmudin menegaskan keikutsertaan atlet dalam Porprov merupakan kewenangan KONI kabupaten/kota sebagai pengirim kontingen.
Meski demikian, ia menyebut cabor biliar berpotensi tidak dipertandingkan apabila persoalan kepengurusan tidak dapat diselesaikan antara KONI Provinsi dan Pengprov terkait.
“Kalau KONI Provinsi belum bisa menyelesaikan, Pengprov-nya tetap ngotot, ya KONI Kota mengusulkan untuk tidak mempertandingkan cabor biliar,” ujarnya.
DPRD Bandar Lampung meminta persoalan tersebut segera menemukan titik temu agar konflik organisasi tidak mengganggu atlet yang telah mempersiapkan diri menghadapi Porprov.









