Selamat, Birokrat Tubaba ke Jantung Kota Metro

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selamat, Birokrat Tubaba ke Jantung Kota Metro

Kompastuntas.com— Metro, Teka-teki pengisi kursi tertinggi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) di Kota Metro akhirnya terjawab. Pada Jumat, 12 Juni 2026, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso resmi melantik Ahmad Hariyanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Prosesi yang digelar di Aula Lantai II Pemerintah Kota Metro ini sekaligus menyudahi masa transisi setelah jabatan tersebut ditinggalkan pejabat lama dan diisi oleh Penjabat (Pj) Sekda, Kusbani.
Masuknya nama Ahmad Hariyanto dalam radar kepemimpinan Kota Metro terbilang menarik. Ia bukan “orang dalam” pohon beringin birokrasi Metro, melainkan seorang ‘impor’ yang matang dari bentangan eksotis Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Pelantikan ini menandai babak baru bagi pria kelahiran 8 April 1973 tersebut, sebuah lompatan karier dari daerah pemekaran menuju kota pendidikan.
Dinamis di Tiga Rezim
Hariyanto bukanlah nama baru dalam peta birokrasi di Lampung. Pemegang gelar Magister Manajemen ini dikenal sebagai birokrat berdarah dingin yang piawai berselancar di tengah ombak politik lokal. Di Tubaba, ia adalah sedikit dari aparatur sipil negara (ASN) yang mampu menjaga posisi strategisnya tetap aman di bawah tiga nakhoda yang berbeda.

Ia tercatat kokoh menduduki jabatan eselon dua, mulai dari era visioner Bupati Umar Ahmad, masa transisi Penjabat (Pj) Bupati M. Firsada, hingga kepemimpinan Bupati Novriwan Jaya. Kemampuan adaptasi dan kalkulasi birokrasinya inilah yang disinyalir menjadi daya tawar kuat di mata tim panitia seleksi.

Baca Juga :  Rosim Nyerupa Soroti Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan Di Lampung Tengah

Nama Hariyanto pertama kali moncer saat ia mengomandoi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tubaba. Di sana, ia melahirkan Community Service Dukcapil (CS Dukcapil) sebuah proyek perubahan hasil godokan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Program ini memotong jalur birokrasi dengan mengintegrasikan data kependudukan langsung ke tingkat tiyuh (desa), puskesmas, hingga rumah sakit.

Hasilnya tak main-main. Pada 2022, Disdukcapil Tubaba diganjar predikat Level 4 kategori tertinggi dalam evaluasi nasional Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Ia juga yang mengarsiteki pembersihan data pemilih menjelang Pemilu 2024 lewat skema jemput bola untuk lansia dan pemilih pemula.

Kariernya terus menanjak. Pasca-uji kompetensi pada 2023, Hariyanto digeser untuk menakhodai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tubaba. Di instansi basah ini, ia memimpin operasionalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP), sebuah proyek prestisius daerah untuk memikat investor lewat kemudahan perizinan.

Ujian Netralitas di Kota Metro
Kini, modal portofolio dari Tubaba itu akan diuji di panggung yang berbeda. Kota Metro, dengan karakteristik masyarakat yang lebih urban dan kritis, menawarkan dinamika politik-birokrasi yang jauh lebih kompleks.

Baca Juga :  Provinsi Lampung sediakan Sapi Banmas Presiden sebanyak 16 ekor dengan Bobot Lebih dari 1 Ton pada Tahun 2026

Dalam pidato pelantikannya, Wali Kota Bambang Iman Santoso memberikan sinyal kuat mengenai ekspektasi besar yang dipikul sekda baru. Bambang mengingatkan bahwa Sekda adalah motor penggerak eksekutif yang harus mampu menjaga ritme kerja ASN sekaligus mengawal target pembangunan.

“Tugas berat menanti, mulai dari peningkatan kinerja ASN hingga mengawal pembangunan daerah,” kata Bambang. Namun, poin krusial yang digarisbawahi Bambang adalah aspek integritas politik: “Sebagai Sekda, saudara harus menjunjung tinggi netralitas, disiplin ASN, dan etika birokrasi.”
Rekam Jejak Ahmad Hariyanto:
– 1973: Lahir pada tanggal 8 April.
– Era Umar Ahmad s.d. Novriwan Jaya: Menjabat Kepala Disdukcapil Tubaba (Inovator CS Dukcapil & Penghargaan Level 4 Kemendagri).
-2023 s/d 2026: Kepala DPMPTSP Tubaba (Mengawal operasional Mal Pelayanan Publik).
– Juni 2026: Dilantik sebagai Sekda Kota Metro.
Sebagai panglima ASN yang baru, Hariyanto tidak punya waktu untuk berbulan madu. Ia dihadapkan pada tantangan klasik: menjaga soliditas organisasi perangkat daerah (OPD) yang kerap goyah oleh kepentingan politik lokal, mempercepat reformasi birokrasi digital, dan memastikan penyerapan anggaran berjalan efektif. Publik kini menunggu, apakah tangan dingin sang birokrat tiga era ini mampu membuat birokrasi Kota Metro bergerak lebih lincah, atau justru terjebak dalam ritme rutinitas yang monoton.

Berita Terkait

DPRD Lampung Buka Seluruh Postur APBD, Giri: Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran
Komisi IV DPRD Evaluasi Kinerja Dinkes Bandar Lampung, Serapan Anggaran 2026 Capai 50 Persen
Rycko Menoza dan Akademisi Soroti Batas Usia JPT Pratama, Sistem Merit Dinilai Harus Jadi Acuan Utama
Kadis Kominfo Paparkan Program Seribu Wajah kepada Sekjen Kemendagri di Bandar Lampung Expo 2026
Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot
Komisi I DPRD Bandar Lampung Minta Virgo Inn Tutup Sementara hingga Perizinan Lengkap
Komisi IV DPRD Bandar Lampung Evaluasi SPMB, Soroti Zonasi hingga Usulkan Jalur Nilai Tahun Depan
Pangeran Edward Syah Pernong dan Gubernur Lampung Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:03 WIB

DPRD Lampung Buka Seluruh Postur APBD, Giri: Uang Rakyat Harus Tepat Sasaran

Senin, 27 Juli 2026 - 19:39 WIB

Komisi IV DPRD Evaluasi Kinerja Dinkes Bandar Lampung, Serapan Anggaran 2026 Capai 50 Persen

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

Rycko Menoza dan Akademisi Soroti Batas Usia JPT Pratama, Sistem Merit Dinilai Harus Jadi Acuan Utama

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:57 WIB

Kadis Kominfo Paparkan Program Seribu Wajah kepada Sekjen Kemendagri di Bandar Lampung Expo 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:34 WIB

Dirumahkan Tanpa Surat, Dihapus dari Dapodik: Guru Non-ASN Kota Metro Tagih Kepastian Pemkot

Berita Terbaru

Opini

Ketika IJP Lampung Mengkritik Dana Hibah untuk Kejati

Selasa, 4 Agu 2026 - 11:53 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com