RSUD Abdul Moeloek Serap Aspirasi Publik Jelang Standar Nasional Layanan 2026

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Abdul Moeloek Serap Aspirasi Publik Jelang Standar Nasional Layanan 2026

Kompastuntas.com— Bandar Lampung, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Abdul Moeloek menggelar lokakarya penjaringan aspirasi masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Ball Room Hotel Radisson, Bandarlampung, Kamis, 11 Desember 2025. Forum ini menjadi bagian dari persiapan rumah sakit menghadapi perubahan regulasi nasional yang mulai berlaku pada 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, rumah sakit daerah se-Lampung, serta pemangku kepentingan layanan kesehatan. Gubernur Lampung diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Firsada.

Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, mengatakan lokakarya ini tidak sekadar menjadi ruang dialog dengan masyarakat, tetapi juga momentum konsolidasi menjelang penerapan standar nasional pelayanan rumah sakit. Salah satu kebijakan yang akan diberlakukan adalah penyeragaman standar kamar rawat inap.

Baca Juga :  Tiga Tahun Penat Lara Nafas Tua yang Terus Menjaga Langkah

Mulai 2026, sistem kelas 1, 2, dan 3 akan dihapus. Seluruh rumah sakit diwajibkan menyediakan kamar rawat inap standar dengan kapasitas empat tempat tidur per ruangan. Kamar khusus atau VIP tetap diperkenankan, namun dibatasi maksimal 40 persen dari total kapasitas tempat tidur.

“Ke depan tidak ada lagi pembedaan kelas layanan. Semua pasien dilayani di kamar standar sesuai ketentuan nasional. RSUD Abdul Moeloek saat ini sudah memenuhi ketentuan itu dengan porsi kamar standar mencapai 74 persen,” kata Imam.

Selain standar kamar, Kementerian Kesehatan juga akan menilai rumah sakit berdasarkan kompetensi layanan. Dari 24 jenis layanan yang ditetapkan secara nasional, setiap rumah sakit diminta menyesuaikan dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

Baca Juga :  Tiga Inpres untuk Lampung: Pemenuhan SDM Kesehatan, Renovasi Fasilitas, dan Penguatan Layanan KJSU

“Tidak semua layanan harus dipaksakan. Fokus pada layanan yang bisa dijalankan secara optimal, terutama sembilan layanan utama,” ujar Imam.

Sebagai rumah sakit rujukan regional sekaligus institusi pendidikan yang telah mengantongi akreditasi nasional dan internasional, RSUD Abdul Moeloek terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan berkelanjutan. Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari Lampung, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Imam menegaskan seluruh masukan yang dihimpun dalam lokakarya akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja RSUD Abdul Moeloek tahun 2026. Tiga agenda utama yang menjadi fokus pembenahan meliputi penerapan kamar standar, penyesuaian sistem pembiayaan kesehatan, serta peningkatan kompetensi layanan sesuai prioritas nasional.

Berita Terkait

Mahasiswa Ikut Tinjau Pelayanan, RSUDAM Buka Ruang Kontrol Sosial
RSUDAM Gelar Webinar P2KB
Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara
Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental
Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi IVA JELITA, Permudah Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Layanan Jemput Bola
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD dan RSJ
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:51 WIB

Mahasiswa Ikut Tinjau Pelayanan, RSUDAM Buka Ruang Kontrol Sosial

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com