“Satu Nama Kuasai Empat Media, MoU KONI Lampung Disorot: Aroma Monopoli di Balik Meja Humas”

Avatar photo

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Diduga Satu Nama Kuasai Empat Media, MoU KONI Lampung Disorot: Aroma Monopoli di Balik Meja Humas”


Kompastuntas.com
— Bandar Lampung, dugaan praktik monopoli media menyeruak di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung. Proses kerja sama publikasi antara Humas KONI dengan sejumlah media disebut berlangsung tertutup dan tidak melibatkan unsur pengurus lain.

Informasi yang beredar menunjukkan, daftar media rekanan ditentukan oleh sekelompok kecil pengurus tanpa mekanisme rapat atau evaluasi terbuka. Sejumlah pengurus bahkan mengaku baru mengetahui adanya MoU kerja sama setelah isu tersebut ramai diperbincangkan di internal.

“Kami tidak pernah tahu media mana saja yang diajak kerja sama. Sepertinya memang ada MoU, tapi tidak pernah dibahas secara terbuka,” ujar salah satu pengurus KONI yang meminta namanya tidak disebut.

Lebih mencengangkan, satu pemilik media dikabarkan menguasai hingga empat media sekaligus dalam daftar rekanan publikasi KONI Lampung. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya pengaturan sepihak dan potensi keuntungan pribadi dalam pengelolaan anggaran publikasi lembaga.

Baca Juga :  Kick Off Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Semangat Olahraga di Lampung

Langkah yang seharusnya menjadi strategi komunikasi organisasi justru berubah menjadi isu sensitif yang mencoreng wajah transparansi KONI.

Publikasi yang Tak Terpublikasi

Kerja sama media idealnya dilandasi prinsip profesionalitas dan keterbukaan, terutama bila bersumber dari dana organisasi. Namun, dalam kasus KONI Lampung, prosesnya justru gelap.

“Setiap kerja sama yang menggunakan anggaran lembaga wajib diputuskan secara terbuka dan dilaporkan ke internal. Kalau dilakukan diam-diam, sangat wajar kalau muncul dugaan monopoli,” ujar seorang pengamat media lokal.

Ia menambahkan, tanpa transparansi, kerja sama publikasi berisiko menjadi alat distribusi keuntungan bagi segelintir orang, bukan sarana membangun citra positif organisasi olahraga daerah.

Ketua KONI: “Tidak Boleh Ada Monopoli”

Menanggapi kabar tersebut, Ketua Umum KONI Lampung Ir. Taufik Hidayat mengaku belum menerima laporan resmi dari pengurus bidang publikasi. Namun ia menegaskan bahwa prinsip keterbukaan harus menjadi dasar dalam setiap bentuk kerja sama.

“Terima kasih informasinya. Nanti saya cari tahu lebih rinci karena Don Peci belum melapor soal ini,” kata Taufik saat dihubungi, seraya menegaskan, “Seharusnya terbuka, tidak boleh ada monopoli, meski tetap disesuaikan dengan anggaran yang ada.”

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Publikasi dan Media, Achmad Chrisna Putra, yang disebut berperan dalam penentuan media rekanan, belum memberikan tanggapan. Nomor ponselnya tidak aktif saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Edi Purnomo Diberhentikan dari Jabatan Wakil Sekretaris IPSI Lampung karena Langgar AD/ART

Tuntutan Transparansi

Beberapa anggota internal berharap, KONI Lampung segera membuka daftar resmi media rekanan dan mekanisme kerja sama yang dijalankan. Langkah itu dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus memastikan organisasi olahraga ini tak dikuasai kepentingan kelompok kecil.

“KONI harus memberi contoh soal tata kelola yang bersih. Kalau urusan publikasi saja sudah tertutup, bagaimana publik bisa percaya?” ujar seorang anggota lainnya.

Isu monopoli media ini menjadi sinyal kuat bahwa di balik meja humas, masih banyak ruang gelap yang perlu diterangi.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Kick Off Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Semangat Olahraga di Lampung
Gubernur Lepas Peserta Bank Lampung RUN 2026, Apresiasi Kontribusi untuk UMKM
Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Sabtu Ini, Gubernur, Wagub, dan Ketua DPRD Lampung Hadiri Launching IJP FC dan Turnamen Minisoccer
Resmi Dilantik, Budi Dharmawan Ketuai Pengprov ORADO Lampung
Strategi MLBB dan E-Football untuk Mahasiswa dan Masyarakat Lampung
Ikuti Pinktober Run 2025, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Waspadai Kanker Payudara Lewat Gaya Hidup Sehat
Berita ini 179 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:32 WIB

Kick Off Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Semangat Olahraga di Lampung

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:25 WIB

Gubernur Lepas Peserta Bank Lampung RUN 2026, Apresiasi Kontribusi untuk UMKM

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:40 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:59 WIB

Lewat Mini Soccer, Pemprov Lampung dan Jurnalis Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:33 WIB

Sabtu Ini, Gubernur, Wagub, dan Ketua DPRD Lampung Hadiri Launching IJP FC dan Turnamen Minisoccer

Berita Terbaru

Daerah

WLC Lampung Berbagi Sembako Dibulan Penuh Berkah

Minggu, 1 Mar 2026 - 21:01 WIB