Manuver Ardito ke Golkar: Loyalitas, Kepantasan, dan Hitung-Hitungan Politik

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum 100 Hari Masa Jabatan, Ardito Sudah Beri Kejutan G

Belum 100 Hari Masa Jabatan, Ardito Sudah Beri Kejutan G

Manuver Ardito ke Golkar: Loyalitas, Kepantasan, dan Hitung-Hitungan Politik

Kompastuntas.com—Bandar Lampung, kepindahan Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Partai Golkar menambah daftar panjang politisi kepala daerah yang memilih berpindah perahu politik menjelang tahun politik 2029.

Bagi sebagian orang, langkah ini tampak sebagai strategi menyelamatkan karier. Namun bagi publik, tindakan itu justru menguak kembali problem lama: konsistensi dan kepantasan elite politik.

Ardito resmi menyatakan bergabung dengan Golkar pada pekan terakhir Agustus 2025. Langkah itu mengejutkan sebagian kalangan, sebab PKB selama ini menjadi partai yang membesarkannya hingga meraih kursi Bupati Lampung Tengah.

“Kalau beliau punya rasa memiliki terhadap PKB, mestinya tidak mengambil langkah pindah partai begitu saja,” kata pengamat hukum tata negara Universitas Lampung, Yusdianto, saat dimintai tanggapan, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Menurut Yusdianto, publik tentu tidak asing dengan latar keluarga Ardito yang memang dekat dengan Golkar. Namun, kenyataan bahwa ia tumbuh sebagai figur politik berkat PKB tidak bisa diabaikan. “Dari sisi kepantasan, langkah Ardito tidak patut. Ia mestinya tahu siapa yang membesarkan namanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Tajuk Tegas dari Lampung Tengah: “Tahan Dulu Birahi Berutang Itu”

Peta Politik Lampung Tengah

Langkah Ardito diduga erat kaitannya dengan dinamika politik di Lampung. Dalam Pilkada 2020, ia diusung PKB dan berpasangan dengan Musa Ahmad (Golkar) sebagai Bupati-Wakil Bupati. Namun hubungan keduanya dikabarkan renggang, terutama setelah Musa Ahmad lebih dominan dalam mengendalikan kebijakan daerah.

Seorang pengurus PKB Lampung Tengah yang enggan disebutkan namanya menyebut kepindahan Ardito tak lepas dari “ketidakpuasan internal”. “Ardito merasa posisinya diabaikan. Golkar menawarkan panggung baru untuk mengukuhkan dirinya,” katanya.

Golkar sendiri tengah agresif membangun basis kekuatan di Lampung. Setelah menguasai sejumlah kursi penting di DPRD, mereka membidik figur kepala daerah yang bisa menambah elektabilitas partai. Masuknya Ardito bisa jadi bagian dari strategi besar menghadapi Pilkada serentak 2029.

Isu Kutu Loncat dan Etika Politik

Bagi publik, yang menonjol justru persoalan etika. Yusdianto mengingatkan bahwa seorang kepala daerah harus menjaga integritas di mata rakyat. “Kalau hari ini pindah ke kuning, besok pindah ke merah atau biru, publik akan menilai ia politisi kutu loncat. Itu berbahaya bagi legitimasi kepemimpinan,” ujarnya.

Baca Juga :  Tiga Kandidat Tolak Munas HIPMI di Lampung, Soroti Netralitas hingga Kesiapan Infrastruktur

Ia menekankan, berpindah partai memang hak politik setiap orang. Namun tata cara dan etika tetap penting. “Apakah sudah ada musyawarah dengan PKB? Apakah sudah pamit dengan partai pengusung sebelumnya? Itu bukan sekadar formalitas, tapi bagian dari cara ketimuran yang layak dijaga,” kata dia.

Manuver Menjelang 2029

Beberapa analis lokal membaca langkah Ardito sebagai persiapan dini menuju Pilkada 2029. Dengan basis massa NU yang kuat di Lampung Tengah, Golkar berpotensi memperlebar jejaring jika mampu menggabungkan mesin partai dengan figur Ardito.

Namun pertanyaannya: apakah publik masih percaya pada politisi yang dianggap meninggalkan partai pengusungnya? “Kalkulasi politik bisa berhasil, tapi soal kepercayaan publik itu yang paling mahal. Ardito harus hati-hati,” ujar Yusdianto.
pembahruan.id

Editor : Hengki Utama

Sumber Berita: pembahruan.id

Berita Terkait

Proyek Raksasa Puluhan Miliar Mengalir di Pringsewu: Dari Ruang Cathlab Hingga Jalan, Siapa Saja Pemenangnya?
Ada Kejutan Diinternal Unila, DR. Habibullah Jimad Tiba-tiba Tarik Diri dari Perburuan Kursi Rektor!
Sokongan Para Tokoh untuk Dr. Budiono Menuju Unila 1
Fraksi PDIP Lampung ‘Mingkem’ soal Hibah Rp35 Miliar Pemprov ke Kejati
PERMAHI Lampung Desak Penghentian Sementara Program MBG di Lampung
Legislator Cantik Ini Dukung Penuh PWI Lampung Sukseskan HPN dan Porwanas 2027
Putri Zulhas Siap Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Mengapa Kejagung Mengerem Kasus Makan Bergizi Gratis?
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Proyek Raksasa Puluhan Miliar Mengalir di Pringsewu: Dari Ruang Cathlab Hingga Jalan, Siapa Saja Pemenangnya?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Ada Kejutan Diinternal Unila, DR. Habibullah Jimad Tiba-tiba Tarik Diri dari Perburuan Kursi Rektor!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Sokongan Para Tokoh untuk Dr. Budiono Menuju Unila 1

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:44 WIB

Fraksi PDIP Lampung ‘Mingkem’ soal Hibah Rp35 Miliar Pemprov ke Kejati

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:34 WIB

PERMAHI Lampung Desak Penghentian Sementara Program MBG di Lampung

Berita Terbaru

Kesehatan

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:20 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com