RSUDAM Tegas Sikapi Kasus Pungli, IDI Ikut Prihatin

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUDAM Tegas Sikapi Kasus Pungli, IDI Ikut Prihatin

 

Kompastuntas.com— Bandar Lampung, Kasus dugaan pungutan liar oleh seorang dokter di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung mendapat respons keras dari manajemen.

Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, menegaskan tidak ada toleransi terhadap praktik pungli di rumah sakit rujukan terbesar di Lampung itu.

Sebagai langkah tegas, seluruh civitas hospitalia mulai dari dokter, perawat, tenaga administrasi, hingga petugas kebersihan dan keamanan—akan menandatangani Fakta Integritas pekan ini. Komisi V DPRD Lampung dijadwalkan hadir untuk mengawasi langsung.

Baca Juga :  RSUD Abdul Moeloek Bongkar Pasang SDM Serta Tak Ada Lagi Titipan, Semua Harus Lewat Uji Kompetensi

“Semua pasien di RSUDAM adalah puakhi (saudara). Tidak ada ruang bagi pungli. Oknum dokter yang terlibat sudah dicabut kewenangan pelayanannya, dan kami siap mengganti kerugian pasien Rp8 juta yang diminta secara tidak sah,” kata Imam, Jumat (22/08).

Imam mengaku prihatin karena kasus ini melibatkan seorang dokter bedah anak, profesi langka di Lampung.

“Seharusnya tenaga seperti ini menjadi pengabdian, bukan malah mencederai kepercayaan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandar Lampung, dr. Khadafi Indrawan mengungkapkan,duka mendalam atas wafatnya bayi Alesha Erina Putri serta prihatin atas peristiwa yang mencoreng profesi kedokteran. IDI akan menggelar rapat internal melibatkan bidang disiplin dan majelis etik untuk membahas sanksi terhadap oknum dokter.

Baca Juga :  Dukung Asta Cita Presiden, Projek Tol Bakter Gencarkan Ketahanan Pangan

“IDI berkomitmen mendorong perbaikan mutu layanan kesehatan demi keselamatan dan kepercayaan masyarakat. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang,” tutupnya.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

RSUDAM Gelar Webinar P2KB
Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara
Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental
Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi IVA JELITA, Permudah Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Layanan Jemput Bola
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD dan RSJ
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:20 WIB

RSUDAM Gelar Webinar P2KB

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental

Berita Terbaru

Pendidikan

Selamat, Unila Datang Bersama APH Untuk Kendalikan HPT

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:28 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com