Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gestur Nanda–Antonius Picu Polemik

Kompastuntas.com, Lampung– Agenda Groundbreaking pembangunan jalan, yang diunggah akun Instagram @lampung.maju. tersaji Pemandangan tak biasa terlihat dua pejabat daerah yang dinilai kelewat mesra.

Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, tampak duduk berdempetan dengan Wakil Bupati, Antonius Muhammad Ali.

Keduanya terlihat begitu dekat tanpa jarak, dengan posisi kaki yang saling menempel dan gestur santai yang lebih menyerupai pasangan remaja yang sedang dimabuk kedekatan, ketimbang dua pejabat dalam forum resmi pemerintahan.

Tak ada sekat, tak ada batas formal yang terlihat. Kamera menangkap momen yang bagi banyak mata terasa janggal sebuah potret kedekatan yang seolah tak peduli dengan ruang dan situasi.

Kontras mencolok terlihat dari posisi Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang duduk dengan jarak lebih wajar, mencerminkan etika formal dalam acara pemerintahan.

Baca Juga :  Lampung Siap Gaet Investor Lewat LEIF 2025, Fokus pada Pariwisata dan Energi Terbarukan

Namun yang membuat sorotan ini kian tajam adalah konteks yang mengiringinya. Suami Nanda, mantan Bupati Pesawaran, Dendi Romadhona, hingga kini masih mendekam di penjara akibat kasus korupsi proyek SPAM Pesawaran.

Di saat status sang suami belum lepas dari jeratan hukum dan masih berada di balik jeruji besi, publik justru disuguhi pemandangan kedekatan yang begitu terbuka di ruang publik.

Dua realitas yang bertolak belakang itu kini bertemu dalam satu frame dan menjadi bahan perbincangan luas.

Situasi ini memantik tanda tanya mengingat Antonius Muhammad Ali juga diketahui memiliki istri yang sah.

Baca Juga :  Kajati Lampung Lantik Asintel, Aspidsus, dan Kajari Pringsewu

Namun dalam video yang beredar, keduanya tampak begitu nyaman, seolah tanpa beban, tanpa jarak, dan tanpa batas.

Agenda pembangunan yang semestinya menjadi fokus justru tenggelam oleh visual yang lebih menyita perhatian. Bukan lagi soal jalan yang dibangun, melainkan citra yang dipertontonkan.

Potret kedekatan itu hadir tanpa penjelasan menyisakan ruang tafsir yang terus bergulir di mata publik. Apa yang terekam kamera bukan sekadar momen biasa, melainkan tomtonan yang memicu persepsi liar.

Di tengah bayang jeruji yang masih membelenggu Dendi Romadhona, adegan “nempel” itu seolah menjadi ironi yang tak terbantahkan membuka ruang tanya yang terus bergulir tanpa jawaban. (Vrg)

Berita Terkait

Living Plaza Rajabasa, Kota yang Dibangun atau Kota yang Perlahan Dikorbankan?
Tertidur, Ironi Kursi Empuk di Hari Jadi Bandar Lampung
Gelar Aksi Demo, Aliansi Mahasiswa Lampung Gaungkan 8 Tuntutan Rakyat
Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91
Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel
Germasi Bongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa Pekon Sinar Jaya Uang Rakyat Diduga Lenyap, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Dari Premanisme ke Narkoba: Jejak Rekam HIPMI di Lampung Kembali Terkuak
Alumni SMAN 1 Kotabumi, Brigjen Rayen Puji Inovasi Pendidikan di Lampung
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:34 WIB

Living Plaza Rajabasa, Kota yang Dibangun atau Kota yang Perlahan Dikorbankan?

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:27 WIB

Tertidur, Ironi Kursi Empuk di Hari Jadi Bandar Lampung

Senin, 15 Juni 2026 - 18:28 WIB

Gelar Aksi Demo, Aliansi Mahasiswa Lampung Gaungkan 8 Tuntutan Rakyat

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:15 WIB

Persiapan Capai 80 Persen, Lampung Siap Sambut Delegasi 11 Provinsi di Rakernas PJ91

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:21 WIB

Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com