Air Bah Wira Garden Seret Dua Mahasiswi Universitas Lampung, Pencarian Masih Berlangsung

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 2 April 2026 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air Bah Wira Garden Seret Dua Mahasiswi Universitas Lampung, Pencarian Masih Berlangsung

Kompastuntas.com— Bandar Lampung, dua mahasiswi Universitas Lampung dilaporkan hilang setelah terseret arus deras di kawasan wisata Wira Garden, Rabu (1/4/2026). Hingga petang, tim gabungan masih menyisir aliran sungai untuk menemukan korban.

Peristiwa terjadi saat kedua korban bersama sejumlah rekan mereka beraktivitas di sekitar sungai. Situasi yang semula tampak aman berubah cepat ketika debit air meningkat mendadak. Arus yang semula tenang menjadi deras dan sulit dikendalikan.

Dugaan sementara, lonjakan debit air dipicu hujan deras di wilayah hulu. Fenomena ini kerap menimbulkan banjir kiriman yang datang tanpa tanda di bagian hilir. Kedua korban yang berada di sekitar aliran air tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga :  Hadiri Musda IWAPI, Nurhasanah Dorong Perempuan Jadi Pilar Pembangunan Daerah

Mendapat laporan kejadian, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Unsur yang terlibat antara lain Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, BPBD Kota Bandar Lampung, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, TNI, Satpol PP, serta relawan.

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran manual di sepanjang bantaran sungai, termasuk titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut. Petugas juga memperluas area pencarian hingga ke hilir, mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus lebih jauh.

Baca Juga :  Kwarda Lampung Sambut Racana UIM

Hingga berita ini diturunkan, kedua mahasiswi belum ditemukan. Operasi pencarian masih berlangsung dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan fluktuasi debit air yang berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Peristiwa ini kembali menegaskan risiko aktivitas di kawasan wisata berbasis sungai, terutama pada musim hujan. Ketiadaan sistem peringatan dini dan lemahnya pengawasan di sejumlah lokasi wisata alam dinilai memperbesar potensi kecelakaan.

Pengelola wisata dan pemerintah daerah didorong memperkuat aspek keselamatan, mulai dari penyediaan rambu peringatan, pemantauan cuaca secara berkala, hingga edukasi kepada pengunjung terkait potensi bahaya banjir mendadak.

Berita Terkait

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas
PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung
Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:54 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 September 2026 - 10:53 WIB

Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas

Selasa, 8 September 2026 - 19:11 WIB

PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 17:14 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com