Ikhtiar KAI-RSUD Abdul Moeloek Menyehatkan Warga

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikhtiar KAI-RSUD Abdul Moeloek Menyehatkan Warga

Kompastuntas.com— Teluk Betung, deru mesin kereta api di Stasiun Sukamenanti, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Selasa (23/6/2026), membawa pesan berbeda bagi warga sekitar.

Bukan sekadar angkutan barang atau penumpang, rangkaian gerbong Rail Clinic milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre IV Tanjungkarang hadir sebagai oase kesehatan bagi sekitar 250 warga dan siswa sekolah dasar yang mengantre sejak pagi.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi tonggak penguatan kerja sama strategis antara PT KAI dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

Kolaborasi ini bertujuan memperluas aksesibilitas medis bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur perkeretaapian.

Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, menegaskan pentingnya jemput bola dalam pelayanan kesehatan.

Ia menilai kehadiran rumah sakit di atas rel merupakan langkah konkret mendekatkan fasilitas medis ke kantong-kantong pemukiman masyarakat yang sulit menjangkau pusat kota.

“Program Rail Clinic sangat baik karena mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Kami mengapresiasi langkah KAI yang secara konsisten menghadirkan pelayanan kesehatan gratis dan edukasi kesehatan bagi warga,” ujar dr. Imam Ghozali, Rabu (24/6/2026).

Baca Juga :  Wagub Jihan Dorong RSJD Lampung Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Komitmen Birokrasi Bersih

Dalam kegiatan di Sukamenanti, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menerjunkan tim spesialis, termasuk dokter spesialis obstetri dan ginekologi ( dr. Sarlita indah ,Sp.OG bersama bidan Zanariah, keperawatan, P3IP bersama tim promosi kesehatan.

Selain tim dari RSUD tersebut, pelayanan kesehatan juga melibatkan tim medis dari PT KAI Divre IV Tanjungkarang yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan mata, gigi, laboratorium sederhana, hingga penyuluhan kesehatan.

Langkah ini memastikan warga tidak hanya mendapatkan pemeriksaan umum, tetapi juga layanan medis yang lebih spesifik.

Sinergi ini tidak berhenti pada pemeriksaan rutin. dr. Imam Ghozali memproyeksikan kolaborasi ini akan mencakup tindakan medis yang lebih kompleks di masa depan dengan memanfaatkan fasilitas di dalam rangkaian kereta medis tersebut.

“Kita itu memang baru menjalin kerja sama dengan KAI. Oleh karenanya kita men-support tidak hanya ke depan program-program bakti sosial yang biasa, tetapi misalnya untuk operasi amandel yang simpel bisa dikerjakan di situ atau untuk operasi katarak kita bisa kerjakan di situ,” ungkap dr. Imam Ghozali.

Baca Juga :  Tangisan Di Teras Warung Itu Kini Bernama Hana, Doa Wagub Jihan Untuk Masa Depan Si Kecil

Selain tindakan bedah minor, dr. Imam juga menyoroti kebutuhan lansia di sekitar rel.

“Yang paling menarik itu diadakannya baksos nyeri ya untuk orang-orang lansia yang biasa nyeri pinggang, nyeri lutut begitu. Itu bisa dikerjakan di Rail Clinic untuk meningkatkan akses kesehatan,” tambahnya.

Jika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek telah siap memposisikan diri sebagai rumah sakit rujukan utama.

Di sisi lain, Executive Vice President PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Hendy Helmy, menyatakan bahwa program ini adalah wujud kontribusi positif perusahaan di bidang kesehatan sekaligus mempererat hubungan dengan konstituen di sepanjang jalur rel.

Selain layanan kesehatan, KAI menyalurkan dua unit kursi roda, delapan unit kruk, serta puluhan kacamata untuk lansia dan siswa sekolah.

Kehadiran Rail Clinic juga menjadi momentum edukasi keselamatan perjalanan kereta api oleh Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska).

Sinergi ini diharapkan tidak hanya menyehatkan fisik warga, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga aset dan keselamatan di lingkungan perkeretaapian Lampung.

Berita Terkait

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!
Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui
Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental
Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi IVA JELITA, Permudah Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Layanan Jemput Bola
Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD dan RSJ
Tenaga Kesehatan Lingkungan Puskesmas Rajabasa Indah Laksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Fasilitas Umum
Menantang Batas Akses Medis: Ikhtiar RSUD Abdul Moeloek Memutus Ketergantungan Rujukan Hipospadia
Mengurai Antrean, RSUD Abdul Moeloek Andalkan Poli Gigi Eksekutif
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Masih Hidup Tapi Dicatat Meninggal di Sistem JKN, Akademisi: Desak Investigasi secara transparan, Jangan Korban yang Dicurigai!

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Aksi Damai di Titik Nol Yogyakarta: Menagih Komitmen Publik untuk Ibu Menyusui

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Bullying Digital Ancam Kesehatan Mental

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:21 WIB

Puskesmas Rajabasa Indah Luncurkan Inovasi IVA JELITA, Permudah Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Layanan Jemput Bola

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:44 WIB

Faktualisasi Kelembagaan: Kemendagri Uji Usulan Pemprov Lampung Soal UPTD dan RSJ

Berita Terbaru

Olahraga

PWI Lampung Adakan Seleksi Atlet Minisoccer Untuk Porwanas

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:33 WIB

Daerah

500 Peserta akan Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung

Sabtu, 22 Agu 2026 - 11:21 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com