Ketika Komitmen Mutu Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Anggaran

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 14 April 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketika Komitmen Mutu Pendidikan Berhadapan dengan Realitas Anggaran

 

Kompastuntas.com— Raja Basa, selamat kepada Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Lampung periode 2025 – 2030 yang telah dilantik pada Senin, 13 April 2026. Pernyataan Ketua Dewan Pendidikan, Prof. Syafrimen dan Tim patut diapresiasi, terutama komitmen dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan optimalisasi proses pembelajaran.

Pandangan ini sejalan dengan berbagai literatur yang menegaskan bahwa kualitas guru merupakan faktor paling dominan dalam menentukan hasil belajar siswa (OECD, 2019; World Bank, 2020). Kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagaimana disampaikan Dewan Pendidikan menjadi kunci dalam mendorong transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

Namun demikian, realitas pembiayaan pendidikan menunjukkan tantangan serius. Berdasarkan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Petunjuk Teknis BOS Reguler (Permendikbudristek No. 63 Tahun 2023), satuan biaya BOS untuk jenjang SMA berkisar Rp. 1.500.000 per siswa per tahun dan SMK sekitar Rp. 1.600.000 – Rp. 1.690.000 per siswa per tahun. Sementara itu, rencana Bantuan Operasional Provinsi (BOP) di Lampung sebesar Rp. 600.000 per siswa per tahun masih bersifat pelengkap.

Kajian pembiayaan pendidikan oleh Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP, 2022) menunjukkan bahwa kebutuhan riil biaya operasional pendidikan menengah berada pada kisaran Rp. 4,5 juta hingga Rp. 5,5 juta per siswa per tahun, tergantung karakteristik sekolah dan program keahlian.

Perbandingan sederhana menunjukkan adanya kesenjangan signifikan. Total dana BOS dan BOP hanya mencapai sekitar Rp. 2,1 juta – Rp. 2,3 juta per siswa per tahun. Sementara kebutuhan minimal Rp. 4,5 juta, maka terdapat defisit sekitar Rp. 2,2 juta; bahkan bisa mencapai Rp. 3,4 juta jika mengacu pada kebutuhan maksimal Rp. 5,5 juta.

Baca Juga :  UIN Raden Intan–TSU Rusia Uji Perban Nanomaterial Biosidal di RSUD Dadi Tjokrodipo

Kesenjangan ini memperkuat temuan UNESCO (2021) yang menyatakan bahwa underfunding pada pendidikan menengah akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran, terutama pada aspek pengembangan profesional guru, ketersediaan sarana praktik dan inovasi pembelajaran.

Artinya, tanpa dukungan fiskal yang memadai, agenda peningkatan mutu akan berjalan tidak optimal.

Solusi atas persoalan ini memerlukan pendekatan sistemik dan berbasis kebijakan. Pemerintah daerah perlu memperkuat komitmen pembiayaan melalui optimalisasi APBD sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan alokasi minimal 20% anggaran untuk pendidikan.

Baca Juga :  Gerindra Lampung Mengawal Kasus Kekerasan Ibu dan Anak asal Lampung Utara

Dewan Pendidikan dapat memainkan peran strategis sebagai policy advocate dengan mendorong diversifikasi sumber pendanaan, termasuk kemitraan dengan dunia usaha dan industri (DUDI), penguatan program CSR, serta implementasi teaching factory pada SMK sebagaimana direkomendasikan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Selain itu, penguatan tata kelola berbasis transparansi dan akuntabilitas publik menjadi syarat mutlak agar setiap rupiah benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran.

Tanpa reformasi pembiayaan yang serius, komitmen peningkatan mutu berisiko berhenti pada tataran wacana, bukan perubahan nyata. (AR)

Penulis : Ali Rosad Pemerhati Pendidikan/Mahasiswa S3 Unila

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik
Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting
Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung
Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini
Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur
Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Soal Tudingan Santri Kabur, Pengelola Darul Fattah Natar Buka Suara
Sekolah Tanpa Batas: Memberi Kesempatan Kedua bagi Anak Putus Sekolah Melalui PJJ
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Bengkel Sastra: Ari Pahala Jelaskan Teori Eliot Tentang Puisi yang Baik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 04:55 WIB

Hari Pramuka Ke-65, Kwarcab Tanggamus Gelar Upacara Di Bumi Perkemahan Gisting

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Dr. Budiono memastikan dirinya mengikuti tahapan seleksi calon Rektor Universitas Lampung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Pilrek Unila 2027–2031: Prof. Warsito Serahkan Berkas, Dr. Budiyono Mendaftar Hari Ini

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Pantai Tanjung Gading Punya Potensi Wisata, KKN UML Dorong Promosi dan Perhatian Infrastruktur

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemprov Lampung Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan dari detik.com

Minggu, 30 Agu 2026 - 10:21 WIB

Pemerintahan

Pimpinan DPRD Lampung Siap Kawal Anggaran HPN-Porwanas 2027

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:45 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com