Perjalanan Dinas Dipangkas, Mendagri Minta Kepala Daerah Lebih Hemat

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjalanan Dinas Dipangkas, Mendagri Minta Kepala Daerah Lebih Hemat

Kompastuntas.com— Jakarta, Tito Karnavian kembali mengingatkan kepala daerah untuk menahan laju belanja yang tak mendesak. Instruksi itu terutama menyasar perjalanan dinas yang dinilai kerap membebani anggaran tanpa dampak langsung bagi publik.

“Efisiensi anggaran harus dilakukan, terutama perjalanan dinas yang tidak perlu. Anggarannya lebih baik dialihkan ke program pro rakyat,” kata Tito, Rabu, 25 Maret 2026.

Imbauan ini bukan hal baru. Tito menyebut praktik penghematan pernah dijalankan saat pandemi COVID-19, ketika aktivitas birokrasi dipaksa beradaptasi dengan pembatasan mobilitas. Ia menilai pola itu relevan untuk dihidupkan kembali, setidaknya dalam semangat pengendalian belanja.

Baca Juga :  Komitmen Lampung Atasi Kemiskinan: Akses Pendidikan Diperluas, Layanan Sosial Diperkuat

Langkah sederhana, seperti mematikan lampu dan pendingin ruangan saat tidak digunakan, kembali ditekankan. Tito mengingatkan, kebocoran kecil yang terjadi secara masif di lingkungan birokrasi dapat berujung pada pemborosan besar.

Ia juga menyoroti mekanisme kerja jarak jauh. Pegawai yang menjalankan work from home diminta tetap berada dalam pengawasan ketat. Sistem absensi dan pelacakan berbasis lokasi, seperti yang pernah diterapkan saat pandemi, disebut bisa menjadi instrumen kontrol.

“HP harus aktif, lokasi terpantau. Kalau keluar tanpa alasan jelas, tentu bisa diketahui,” ujar Tito.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo Lepas Wartawan PWI Ikuti HPN 2026 di Banten

Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kebijakan serupa akan diterapkan di tingkat kementerian dan lembaga. Ia menilai masih banyak usulan tambahan anggaran yang tidak sejalan dengan kebutuhan riil.

Pemerintah, kata Purbaya, berupaya menjaga disiplin fiskal tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. “Belanja negara harus tetap terkendali, tapi aktivitas ekonomi juga tidak boleh terganggu,” ujarnya.

Dorongan efisiensi ini menandai upaya pemerintah merapikan kembali pola belanja birokrasi, setelah periode ekspansi fiskal dalam beberapa tahun terakhir. Namun, efektivitasnya akan sangat bergantung pada kepatuhan aparatur di lapangan sesuatu yang selama ini kerap menjadi titik lemah kebijakan serupa.

Berita Terkait

Pemprov Lampung usulkan tiga lokasi untuk pembangunan Sekolah Garuda
Pemprov Lampung perkuat kerja sama antardaerah jaga ketersediaan cabai
Mirza Kumpulkan Seluruh Petinggi Pemprov Lampung: Diduga Bahas Jebloknya PAD
Pemprov Lampung percepat pengadaan barang dan jasa tahun 2026
Pemprov Lampung Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Sekdaprov Tegaskan Pentingnya Budaya Keselamatan Kerja
Pemprov Lampung Terus Tingkatkan Luas Tambah Tanam Sawah, Bulan Ini Ditarget 58 Ribu Hektar
Tunda Bayar Rp200 Miliar Pemprov Lampung Ditarget Tuntas Minggu Ketiga Februari
Pemprov Lampung Kejar Penyelesaia Tiga Dokumen Izin Sekolah Rakyat Di Kota Baru
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:12 WIB

Perjalanan Dinas Dipangkas, Mendagri Minta Kepala Daerah Lebih Hemat

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:40 WIB

Pemprov Lampung usulkan tiga lokasi untuk pembangunan Sekolah Garuda

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:34 WIB

Pemprov Lampung perkuat kerja sama antardaerah jaga ketersediaan cabai

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:30 WIB

Mirza Kumpulkan Seluruh Petinggi Pemprov Lampung: Diduga Bahas Jebloknya PAD

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:25 WIB

Pemprov Lampung percepat pengadaan barang dan jasa tahun 2026

Berita Terbaru

Daerah

Nekat Snorkeling Saat Sakit, Wisatawan Tewas di Pahawang

Rabu, 25 Mar 2026 - 23:36 WIB