Pengabdian Tanpa Batas, Selamat Jalan Praka Marinir Ari Kurniawan

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengabdian Tanpa Batas, Selamat Jalan Praka Marinir Ari Kurniawan

Kompastuntas.com, Pesawaran— Dusun 1 Desa Kalibening Raya hening dan sesak oleh tangis pada Rabu siang, 28 Januari 2026. Karangan bunga berjejer di sepanjang jalan desa, mengiringi jenazah Praka Marinir Ari Kurniawan, yang dimakamkan dengan upacara militer khidmat di kampung halamannya.

Prajurit muda berusia 26 tahun itu kembali bukan untuk cuti atau merayakan momen bahagia, melainkan dalam peti jenazah, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, istri, dan masyarakat yang mengenalnya.

Sejak pagi, kerabat dan warga memadati rumah duka orang tua Ari, Bapak Wawik (60). Suara doa mengalir, bercampur tangis dan bisik-bisik tetangga yang mengenang kebaikan serta dedikasi almarhum. Para tetua desa dan tokoh masyarakat turut membantu mempersiapkan prosesi, menegaskan bahwa Ari begitu dihormati di kampung halamannya.

Ari dikenal sebagai pribadi pendiam, ganteng, murah senyum, dan penuh tanggung jawab. “Dia tidak banyak bicara tentang dirinya. Tapi setiap yang dilakukan selalu untuk keluarga dan masyarakat,” kata Indra, paman dari pihak istri almarhum, yang berasal dari Padang Cermin, Pesawaran.

Baca Juga :  Pemerintah Provinsi Lampung dibantu oleh peran Relawan membersihkan rumah Daerah Swatantra Tingkat I (DASWATI)

Ari baru menikah, dan sang istri tinggal di Padang Cermin, dekat dengan kantor dinasnya. Saat ini, sang istri tengah mengandung tujuh bulan. “Dia berencana pulang setelah latihan pratugas untuk mendampingi istrinya menjelang persalinan dan rencana yang tak pernah terwujud,” ujar Indra, suaranya bergetar saat mengenang keponakannya.

Dentuman salvo menghentak udara desa, mengiringi taburan bunga ke pusara. Warga berdesakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada seorang putra Lampung Utara yang mengabdikan hidupnya bagi negara hingga akhir.

Tangis sang istri dan orang tua pecah di tengah doa yang tak henti, mengingatkan bahwa pengorbanan terkadang datang bersamaan dengan harapan dan cinta yang paling tulus. Rekan-rekan Ari dari Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam berdiri rapi, menyaksikan prosesi terakhir sahabat mereka.

Praka Ari Kurniawan gugur saat mengikuti latihan pratugas di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bagian dari persiapan pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini. Longsor terjadi Sabtu, 24 Januari 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan latihan beberapa hari, menimbun area latihan dengan tanah dan bebatuan.

Baca Juga :  Tutup Lampung Begawi 2025, Gubernur Mirza Tegaskan Komitmen Penguatan Regulasi Dan Kebijakan Yang Berpihak Pada UMKM

Selain Ari, tiga prajurit Marinir lainnya meninggal dunia, sementara 19 personel masih dalam pencarian hingga Rabu, 28 Januari. Tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan bekerja di medan yang labil, menghadapi risiko tinggi dan potensi longsor susulan.

Bagi keluarga dan warga Kalibening Raya, kabar duka itu menghentikan rencana pulang Ari, namun menyalakan kesadaran tentang keberanian, pengabdian, dan cinta tanpa pamrih.

Di kampung ini, nama Ari Kurniawan kini tinggal sebagai cerita tentang seorang pemuda, suami, calon ayah, dan prajurit yang gugur sebelum sempat menggendong anaknya sendiri—teladan pengabdian yang menggetarkan hati generasi muda.

” Turut berduka juga sedalam-dalamnya atas gugurnya 23 prajurit terbaik Marinir. Dedikasi dan keberanian mereka akan selalu kami kenang. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Solidaritas kami bersama kalian,” ucap Indra. ***

Berita Terkait

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas
PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung
Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:54 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 September 2026 - 10:53 WIB

Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas

Selasa, 8 September 2026 - 19:11 WIB

PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 17:14 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com