Dari Panggung Rock ke Kuah Pindang: Ikhtiar Baru Hary Kohar di Jantung Bandar Lampung

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Panggung Rock ke Kuah Pindang: Ikhtiar Baru Hary Kohar di Jantung Bandar Lampung

Kompastuntas.com— Teluk Betung, di paruh akhir usia Hary Kohar menolak surut. Pria yang puluhan tahun karib dengan bisingnya distorsi musik rock di Lampung itu kini punya kesibukan baru: mengaduk kuah pindang dan meracik bumbu tomyam.
Pada Sabtu, 30 Mei 2026, Hary resmi membuka kedai makan anyarnya, Warung Pindang & Tomyam Salmon Satria. Lokasinya terbilang strategis, membelah pusat kota di Jalan Diponegoro, persis berdampingan dengan Rumah Makan Begadang Resto, Bandarlampung.
Sore itu, peresmian kedai beralih fungsi menjadi ruang temu lintas generasi. Sejumlah musisi gaek Lampung, pelaku usaha, hingga beberapa pejabat Pemerintah Provinsi Lampung tampak hadir. Mereka datang bukan sekadar untuk urusan seremonial gunting pita, melainkan merayakan manifesto baru seorang kawan lama.
Bagi publik Lampung, nama Hary Kohar adalah jaminan mutu di sirkuit musik cadas lokal. Namun, keputusannya menyeberang ke bisnis kuliner komersial bukanlah tanpa kalkulasi. Hary menangkap adanya celah pasar pada kuliner berbasis ikan premium yang selama ini identik dengan harga selit langit.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Pemenuhan Hak Disabilitas dalam akses Pendidikan, Kesehatan, Sosial, dan Dunia Kerja

“Kami ingin mendobrak stigma bahwa makanan berbahan ikan berkualitas seperti salmon itu harus selalu mahal. Di sini, semua kalangan bisa mengaksesnya tanpa harus merobek kantong terlalu dalam,” ujar Hary di sela-sela peresmian.

Strategi Rasa dan Siasat Paket Pemikat
Di kedai barunya, Hary mengandalkan menu hibrida: memadukan tradisi lokal dan rasa internasional. Di daftar menu, Pindang Salmon dan Tomyam Salmon bersanding dengan kuliner tradisional Sumatra seperti Pepes Gurame dan Pindang Baung.
Untuk menyiasati pasar keluarga dan komunitas yang menjadi target utamanya, Hary menyusun strategi harga paket:
Paket Pindang Salmon: Rp95 ribu (porsi komunal)
Paket Pindang Baung: Rp75 ribu
Pilihan menu ikan ini, menurut Hary, juga didasari atas kesadaran pemenuhan gizi masyarakat yang makin meningkat pasca-pandemi.

Menjual Harmoni, Bukan Sekadar Kalori
Satu hal yang membedakan kedai ini dengan rumah makan pindang kebanyakan di Lampung adalah hadirnya panggung live music. Hary tampaknya belum sepenuhnya bisa atau mau melepaskan DNA musiknya. Baginya, makanan yang enak hanya memenuhi satu paruh kepuasan, sementara paruh lainnya diisi oleh atmosfer tempat.
“Dulu saya menghibur orang lewat ketukan drum dan lengkingan gitar. Sekarang, mediumnya berganti lewat rasa. Prinsipnya sama: menciptakan ruang komunal yang hangat di mana orang bisa melupakan sejenak penatnya kota,” kata Hary, filosofis.

Baca Juga :  Umar Djohan Berpulang, Tokoh HIKAM dan Advokat Senior Lampung Tutup Usia

Langkah Hary ini menuai apresiasi dari koleganya sesama musisi senior. Di tengah lesunya industri musik fisik dan bergesernya ruang-ruang kreatif, keberanian Hary mendirikan ruang fisik terpadu (kuliner dan musik) dinilai sebagai oase baru. Kedai ini diproyeksikan tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga titik kumpul baru bagi komunitas kreatif di Bandarlampung.
Di Jalan Diponegoro, Hary Kohar sedang mengirimkan pesan penting: bahwa usia, genre musik, dan bidang usaha hanyalah deretan angka dan kategori. Selebihnya adalah soal konsistensi untuk terus bertahan dan relevan dengan zaman.

Berita Terkait

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah
Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas
PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung
Colour Fun Gen-Z Meriah di Stadion Sukung Kotabumi, Aprozi Alam Ungkap 12 Ribu Beasiswa dan Program Infrastruktur Lampura
Angkasa Pura Bandara Radin Inten II Dukung Penuh HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Water Bombing Serbu Titik Api Terakhir di Way Kambas, Helikopter Didatangkan dari Sumsel
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 18:54 WIB

Dany Amrul Ichdan: Lampung Lari Kencang, Saatnya Nilai Tambah Tumbuh di Daerah

Minggu, 27 September 2026 - 10:53 WIB

Menanggapi Isu Cacat Administrasi, BPBD Lampung Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme Sistem Terintegritas

Selasa, 8 September 2026 - 19:11 WIB

PDI-P Bandar Lampung Bagikan Ribuan Masker dan Semprot Jalan Dampak Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 17:14 WIB

Pengurus Bundokanduang Minangkabau Lampung 2026–2030 Resmi Dikukuhkan

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Lampung Tampil dengan Hanuang Bani, Simbol Gagah dan Berani Mengangkat Marwah Budaya Lampung

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com