“Angin Membongkar Fakta: Tata Kota Bandar Lampung Gagal Lindungi Warga”

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 14 Juni 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Angin Membongkar Fakta: Tata Kota Bandar Lampung Gagal Lindungi Warga”

 

Kompastuntas.com— Bandar Lampung, hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Bandar Lampung pada Sabtu (14/6/2025) sore menjadi salah satu peristiwa cuaca paling merusak sepanjang tahun ini. Hanya dalam satu hembusan angin pada pukul 14.17 WIB, 12 pohon tumbang di berbagai titik kota dan satu rumah warga mengalami kerusakan parah akibat atapnya terbang terbawa angin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mencatat, pohon-pohon tumbang itu tersebar di 13 kecamatan, menunjukkan luasnya sebaran dampak cuaca ekstrem ini. Tim reaksi cepat BPBD masih berjibaku hingga sore hari untuk membersihkan dan mengevakuasi pohon-pohon yang menghalangi jalan, menimpa kabel listrik, hingga merusak rumah warga.

Ragam Kerusakan, Sebar di Pelosok Kota

Pohon pertama yang tumbang adalah pohon rambutan berdiameter 75 cm di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Tanjungkarang Barat. Lalu, pohon kedondong berdiameter 30 cm patah tepat di depan kawasan PKOR Way Halim. Di kawasan padat lalu lintas, Jalan ZA Pagar Alam dekat Lampu Merah Terminal Rajabasa, sebuah pohon getah merah tumbang dan menimpa jaringan listrik, membuat situasi semakin rawan.

Kerusakan parah juga terjadi di Kecamatan Sukabumi. Sebuah pohon getah merah roboh dan menimpa atap rumah warga di Perumahan Grand Saujana, Campang Jaya. Tak jauh berbeda, pohon ketapang tumbang di kawasan Susunan Baru, Tanjungkarang Barat, serta pohon durian berdiameter 55 cm tumbang di Kecamatan Kemiling.

Baca Juga :  Lampung Raih Opini WTP 12 Kali Beruntun, Bukti Tata Kelola Keuangan Akuntabel

Rumah Hancur, Listrik Terancam

Di Gang Swadaya 10, Kecamatan Langkapura, sebuah pohon mangga tumbang menimpa dapur rumah warga. Sementara di Kecamatan Tanjung Senang, pohon tumbang merusak kanopi rumah warga. Pohon katuk dan jambu jamaika pun ikut menyumbang kerusakan di wilayah Enggal dan Telukbetung Barat.

Satu rumah di Jalan Pagar Alam Gang Damai, Segalamider, Tanjung Karang Barat, mengalami kerusakan serius setelah atapnya terangkat dan rontok dihantam angin. Peristiwa ini nyaris tanpa jeda dengan tumbangnya pohon-pohon di sejumlah titik kota.

Baca Juga :  Memangkas Carut Marut MBG, BGN Tiap Daerah Berkontrak Langsung Dengan Mitra Dapur MBG

Peringatan Dini dan Evaluasi Tata Pohon

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kota Bandar Lampung masih melakukan asesmen dampak dan pembersihan pohon tumbang. Tak hanya menyoal kondisi cuaca, peristiwa ini kembali mengangkat persoalan penataan pohon di ruang-ruang publik dan pemukiman padat.

 “Sebagian besar pohon yang tumbang sudah berumur tua dan rentan. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata seorang petugas BPBD di lokasi kejadian.

BMKG sebelumnya memang telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Namun, ledakan angin yang memorakporandakan belasan pohon dan satu rumah ini menjadi alarm keras bagi otoritas kota untuk lebih waspada, terutama memasuki musim pancaroba yang kerap menghadirkan cuaca tak menentu.

Editor : Hengki Utama

Berita Terkait

Aroma Penggusuran dan Sengketa Lahan di Talang Padang: Saat Pedagang Lawan Satpol PP
Atlet Pakour Junior Asal Metro Sabet Medali Emas di Indonesia Open Parkour 2026
Matangkan Persiapan Porwanas 2027, Putri Nilam Suri Djausal Siap Nahkodai Tim E-Sport PWI Lampung Gandeng ESI
PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke untuk Porwanas 2027
HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah
Massa Aliansi TRIGA Akan Kepung Kementerian PUPR dan INA, Desak Pembatalan Kenaikan Tarif Tol Bakter
PBTI Series 2026 Digelar di Lampung, 1.605 Atlet dari 12 Provinsi Ambil Bagian
RDP DPRD Bandar Lampung, Pramuka Klarifikasi Dugaan Pungutan Rp1,5 Juta dan Dana Hibah Rp1 Miliar
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:35 WIB

Aroma Penggusuran dan Sengketa Lahan di Talang Padang: Saat Pedagang Lawan Satpol PP

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:33 WIB

Atlet Pakour Junior Asal Metro Sabet Medali Emas di Indonesia Open Parkour 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:03 WIB

Matangkan Persiapan Porwanas 2027, Putri Nilam Suri Djausal Siap Nahkodai Tim E-Sport PWI Lampung Gandeng ESI

Senin, 13 Juli 2026 - 20:37 WIB

PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke untuk Porwanas 2027

Senin, 13 Juli 2026 - 13:49 WIB

HPN dan Porwanas 2027 Jadi Momentum Kebangkitan Pers, Pariwisata, dan Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com