Skor 55 dan Status “Sangat Tinggi” Capaian Dinas Peternakan di Tengah Refleksi HUT Lampung
Kompastuntas.com— Teluk Betung, upacara peringatan hari jadi ke-62 Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur, Selasa pagi, berlangsung dalam suasana tertib namun sarat pesan simbolik. Di tengah barisan aparatur sipil negara yang berdiri rapi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, tampak hadir mengikuti jalannya seremoni.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Membangun Bersama Lampungku Maju”. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa peringatan hari jadi semestinya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia menyebut momentum ini sebagai titik refleksi arah pembangunan daerah.
“Ini bukan sekadar peringatan, melainkan penegasan kembali komitmen pembangunan,” ujar Jihan dalam amanatnya.
Di balik seremoni tersebut, terdapat capaian yang patut dicatat. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung meraih peringkat kedua dalam penilaian Nilai Kematangan Perangkat Daerah Tahun 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Instansi ini memperoleh nilai 55, yang menempatkannya dalam kategori kematangan “sangat tinggi”.
Penilaian itu tidak berdiri pada satu indikator tunggal. Pemerintah provinsi mengukurnya melalui tiga pilar utama: tata laksana atau proses bisnis, budaya organisasi, serta inovasi. Ketiganya kemudian diurai ke dalam sebelas variabel, mulai dari perencanaan pembangunan, pengendalian pelaksanaan tugas, hingga pengembangan inovasi layanan.
Secara administratif, capaian tersebut mencerminkan tingkat konsolidasi organisasi yang relatif matang. Namun, seperti lazimnya ukuran kinerja birokrasi, angka dan kategori tetap menyisakan ruang uji di tingkat implementasi.
Bagi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, penghargaan ini menjadi penanda capaian sekaligus pengingat. Tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan skor, melainkan memastikan bahwa indikator-indikator yang dinilai benar-benar terkonversi menjadi pelayanan publik yang lebih efektif dan terukur.









