Mendagri Tito Karnavian Ingatkan Ancaman PHK PPPK: Daerah Wajib Naikkan PAD dan Pangkas Anggaran Boros

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendagri Tito Karnavian Ingatkan Ancaman PHK PPPK: Daerah Wajib Naikkan PAD dan Pangkas Anggaran Boros

Kompastuntas.com— Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan kepala daerah di seluruh Indonesia untuk segera meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan melakukan efisiensi anggaran. Peringatan ini disampaikan menyusul ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) imbas batas belanja pegawai maksimal 30 persen yang akan diberlakukan pada 1 Januari 2027.

Peringatan Mendagri ini menjadi perhatian publik lantaran ribuan PPPK di sejumlah daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai terancam dirumahkan akibat tingginya belanja pegawai.

Ancaman PHK terhadap PPPK muncul karena pemberlakuan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

Aturan tersebut menetapkan: Belanja pegawai maksimal 30 persen APBD. Berlaku penuh pada 1 Januari 2027. Masa transisi sejak 1 Januari 2022 hingga 2027

Selama masa transisi, daerah yang belanja pegawainya masih melebihi 30 persen belum dianggap melanggar. Namun setelah 2027, pemerintah daerah wajib menyesuaikan struktur anggarannya.

Baca Juga :  PWI Lampung Rampungkan Seleksi Tenis Meja, Bidik Tujuh Emas Porwanas

Tito Karnavian menyampaikan bahwa beberapa daerah masih memboroskan anggaran non-prioritas seperti perjalanan dinas, makan-minum, dan rapat. Menurutnya, efisiensi pos anggaran tersebut bisa menjadi solusi cepat untuk menyelamatkan PPPK.

Ia mencontohkan: Kabupaten Lahat berhasil menghemat lebih dari Rp400 miliar. Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mampu menurunkan belanja pegawai dari 34 persen menuju angka ideal.

“Perjalanan dinas, rapat-rapat, makan-minum—kalau semua itu dikurangi, sebagian besar kebutuhan PPPK bisa tertutupi,” kata Tito dalam rapat Komisi II DPR RI, Senin (30/3/2026).

Selain efisiensi, Mendagri menekankan pentingnya peningkatan PAD. Tito meminta kepala daerah mengoptimalkan pajak hotel, restoran, hingga sektor perusahaan besar, tanpa membebani masyarakat kecil.

Beberapa langkah peningkatan PAD yang direkomendasikan:

1. Pajak hotel dan restoran langsung dipungut oleh Dispenda

2. Penerapan pajak permukaan bagi perusahaan besar

3. Mengaktifkan BUMD dan perusahaan daerah (perusda) sebagai sumber pendapatan

“PAD harus naik, tapi jangan bebani rakyat kecil. Ambil dari sektor usaha besar, itu prinsip utamanya,” tegas Tito.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lampung: Munas HIPMI 2026 Jadi Momentum Promosi Potensi dan Investasi Daerah.

Tito membuka peluang penyesuaian batas belanja pegawai dari 30 persen, namun menekankan bahwa itu merupakan opsi terakhir.

Aturan HKPD memungkinkan Menkeu, Mendagri, dan Menpan-RB duduk bersama untuk meninjau ulang persentase batas belanja pegawai.

“Kalau setelah dikaji, daerah realistisnya berhenti di 40 persen, ya bisa saja angka itu diubah. Yang penting ada kajian mendalam,” jelas Tito.

Jika daerah tetap tidak mampu memenuhi kewajiban anggaran meski sudah efisiensi dan menaikkan PAD, Mendagri menyebut ada opsi lain: pembiayaan PPPK pusat melalui APBN.

Namun Tito menggarisbawahi bahwa opsi tersebut merupakan jalan terakhir dan membutuhkan keputusan bersama lintas kementerian.

Ancaman PHK PPPK kini mulai dirasakan nyata di sejumlah daerah. Contoh paling mencolok terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana sekitar 9.000 dari total 12.000 PPPK terancam dirumahkan jika batas belanja pegawai 30 persen diberlakukan tanpa penyesuaian. (*)

Berita Terkait

Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas
Karang Taruna Lampung dan Ribuan Warga Meriahkan Ruwat Laut di Ketapang
500 Peserta akan Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung
Istri Kapolda dan Bupati Naik Jetski, Promosi Wisata Jangan Cuma Gimmick
Peringati HUT Ke-81 RI, Warga Perumahan Mata Air Residence Gelar Lomba Adzan Bapak-bapak
Sambut HUT ke-81 RI, Bundo Kanduang Lampung Hidupkan Tradisi Bajamba
Ngopi Kerukunan Satukan Pemerintah, Tokoh Agama dan Media Jaga Harmoni Bandar Lampung
Persiapan Konsolidasi 36 Tahun Humanika: 55 Aktivis Lampung Siap Bertolak ke Jakarta
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Karang Taruna Lampung dan Ribuan Warga Meriahkan Ruwat Laut di Ketapang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:21 WIB

500 Peserta akan Hadiri Rakernas I APTISI di Lampung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Istri Kapolda dan Bupati Naik Jetski, Promosi Wisata Jangan Cuma Gimmick

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Peringati HUT Ke-81 RI, Warga Perumahan Mata Air Residence Gelar Lomba Adzan Bapak-bapak

Berita Terbaru

Opini

Senat Universitas dan GBHN: Guru Besar Hanya Nama

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:29 WIB

Daerah

Tim Alfa TNI Diterjunkan Padamkan Karhutla di Way Kambas

Senin, 24 Agu 2026 - 23:59 WIB

Pers

Tim Biliar PWI Lampung, Bidik 5 Emas Porwanas

Senin, 24 Agu 2026 - 23:57 WIB

error: Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi kompastuntas.com